Ekonomi

Krisis Pangan Global dan Dampaknya pada Peternakan Unggas di Indonesia

×

Krisis Pangan Global dan Dampaknya pada Peternakan Unggas di Indonesia

Share this article
Krisis Pangan Global dan Dampaknya pada Peternakan Unggas di Indonesia
Krisis Pangan Global dan Dampaknya pada Peternakan Unggas di Indonesia

GemaWarta – 13 Mei 2026 | Peternakan unggas di Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar akibat krisis pangan global. Gelombang panas ekstrem yang melanda berbagai negara telah menyebabkan penurunan produktivitas pertanian dan kehilangan jutaan jam kerja tahunan. Dampak suhu panas merusak sektor tanaman pangan, peternakan, hingga ekosistem laut yang memicu penurunan hasil panen di berbagai negara.

Di Indonesia, peternak ayam petelur di Sumut kini dapat jagung pakan SPHP seharga Rp 5.000/kg, lebih murah dari pasar. Program ini bertujuan untuk menurunkan biaya produksi telur. Pemerintah mulai menggulirkan stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) kepada peternak layer mandiri di awal Oktober, dengan target 52.400 ton ke 2.109 peternak.

🔖 Baca juga:
Harga emas Antam di Pegadaian Sabtu 18 April 2026: Naik Menjadi Rp2.983.000 per Gram

Pemerintah juga meluncurkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan jagung untuk peternak unggas, menjual jagung dengan harga Rp 5.500/kg dari stok Bulog. Pemerintah akan salurkan 52.400 ton jagung SPHP untuk peternak dengan harga Rp 5.500/kg.

Indonesia dan Ethiopia sepakat memperkuat kemitraan strategis, perdagangan, investasi, dan kerja sama Global South. Kedua negara juga sepakat memperkuat kerja sama pada komoditas prioritas seperti kelapa sawit, kopi, cengkeh, kedelai, dan gandum, termasuk program peningkatan kapasitas di bidang peternakan dan ketahanan pangan.

🔖 Baca juga:
Mitsubishi Triton Terra 2027 Resmi Diluncurkan: Pikap Sultan dengan Interior Mewah dan Fitur Off‑Road Lengkap

Krisis pangan global ini juga berdampak pada laba Telkom Indonesia (TLKM) 2025 yang turun 20%, terseret percepatan depresiasi aset. Namun, pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp 5 triliun untuk membeli jagung hasil panen dari petani.

Kesimpulan, krisis pangan global telah berdampak signifikan pada peternakan unggas di Indonesia. Namun, pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi krisis ini, seperti meluncurkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan jagung dan menyiapkan anggaran untuk membeli jagung hasil panen dari petani.

🔖 Baca juga:
Operasi Militer Global: Dari Blokade Iran Hingga Kemitraan Pertahanan Indonesia-AS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *