Bisnis

Kemitraan Strategis BPS dan UMMAD, Mendorong Pendidikan dan Pengembangan Statistik

×

Kemitraan Strategis BPS dan UMMAD, Mendorong Pendidikan dan Pengembangan Statistik

Share this article
Kemitraan Strategis BPS dan UMMAD, Mendorong Pendidikan dan Pengembangan Statistik
Kemitraan Strategis BPS dan UMMAD, Mendorong Pendidikan dan Pengembangan Statistik

GemaWarta – 16 Mei 2026 | Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) atau sekarang dikenal sebagai Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) melakukan kunjungan ke Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas kemitraan antara kedua pihak, terutama dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Plt. Koordinator Program Studi Ilmu Hukum, Manajemen, Psikologi, dan PGSD, Muh.Niam, M.Kesos, didampingi oleh dosen Prodi Manajemen, Ferry Kurniawan, serta Hafidh Abdullah Asshidiqie, SE.,M.E, dan Ferry Indra Kurniawan, SE.M.E, hadir dalam pertemuan tersebut. Kehadiran mereka diterima oleh Kepala BPS Kota Madiun, Abdul Azis, SST.

🔖 Baca juga:
Dividen Astra International Tembus Rp15,7 Triliun, Dorong Bisnis dan Pemberdayaan Desa lewat Program OVOC

Dalam pertemuan tersebut, dibicarakan beberapa materi terkait kerjasama antara UMMAD dan BPS, seperti pendirian pojok statistik sebagai sarana pencarian dan pengolahan data, magang dan workshop untuk civitas akademika UMMAD, serta penyelenggaraan kuliah umum atau stadium general tentang perkembangan data dan pengolahan data statistik.

Hafidz menegaskan bahwa pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman dengan BPS terkait pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi. Tujuannya adalah untuk memiliki perjanjian kerjasama dengan BPS. Sementara itu, Fery Kurniawan menambahkan bahwa pihak BPS Kota Madiun memberi respon positif terhadap kehadiran Prodi Manajemen UMMAD dan berharap banyak substansi kerjasama yang bisa dijalankan kedepannya, salah satunya adalah mahasiswa bisa menjadi volunteer BPS.

Muh Niam, M.Kesos, menambahkan bahwa latar belakang dilakukannya pertemuan hari ini dengan BPS adalah upaya menciptakan mitra kerjasama bagi Prodi Manajemen sekaligus memperkuat akreditasi prodi maupun universitas. Kunjungan hari ini juga sebagai balasan kunjungan BPS Kota Madiun beberapa waktu yang lalu.

🔖 Baca juga:
GBK Raup Pendapatan Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun

Di sisi lain, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pemerintah bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah di berbagai daerah, menawarkan pembiayaan modal kerja maupun investasi dengan proses pengajuan relatif mudah, suku bunga rendah, serta pilihan tenor fleksibel hingga 60 bulan atau 5 tahun.

Untuk Mei tahun 2026, suku bunga KUR BRI ditetapkan sekitar 6 persen per tahun, sesuai kebijakan pemerintah, sehingga cicilan relatif lebih ringan dibandingkan kredit komersial. Sebelum mengajukan pinjaman, pelaku usaha disarankan memahami simulasi cicilan melalui tabel KUR BRI 2026 pinjaman Rp 1 juta– Rp 150 juta berikut dengan pilihan tenor 12, 18, 24, 36, 48, hingga 60 bulan agar besaran angsuran per bulan benar-benar sesuai dengan kemampuan bayar.

Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) masih menjadi bank terbesar dengan penyaluran KPR sebesar Rp329,93 triliun pada awal 2026. Realisasi itu meningkat 5,93% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp311,45 triliun. Secara rinci, penyaluran KPR subsidi BTN mengalami pertumbuhan sebesar 7,71% YoY menjadi Rp193,55 triliun dari posisi kuartal I/2025 senilai Rp179,70 triliun.

🔖 Baca juga:
30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih Dibuka: Syarat, Jadwal, dan Cara Daftar Lengkap

Kesimpulan dari pertemuan antara UMMAD dan BPS, serta program-program pemerintah seperti MBG dan KPR, menunjukkan upaya untuk mendorong pendidikan dan pengembangan statistik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program yang tepat sasaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *