Internasional

Putin Kunjungi China Setelah Pertemuan Trump dan Xi Jinping

×

Putin Kunjungi China Setelah Pertemuan Trump dan Xi Jinping

Share this article
Putin Kunjungi China Setelah Pertemuan Trump dan Xi Jinping
Putin Kunjungi China Setelah Pertemuan Trump dan Xi Jinping

GemaWarta – 17 Mei 2026 | Presiden Rusia Vladimir Putin akan melakukan kunjungan kenegaraan ke China pada 19-20 Mei 2026, beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu dengan Presiden China Xi Jinping. Pertemuan ini diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri China dan merupakan bagian dari peringatan 25 tahun Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama Bertetangga Baik antara Rusia dan China.

Putin dan Xi Jinping akan membahas berbagai isu bilateral terkini, upaya untuk memperkuat kemitraan komprehensif, dan kerja sama strategis antara Federasi Rusia dan Republik Rakyat Tiongkok. Mereka juga akan bertukar pandangan mengenai berbagai isu penting internasional dan regional.

🔖 Baca juga:
Indonesia Bisa Beli Minyak Rusia Lebih Murah: Harga 59 Dolar per Barel dan Dampaknya bagi Perekonomian Nasional

Kedua pemimpin negara juga akan menghadiri upacara pembukaan Tahun Pendidikan Rusia-Tiongkok (2026-2027). Agenda kunjungan ini juga mencakup pertemuan dengan Perdana Menteri China Li Qiang untuk membahas prospek kerja sama perdagangan dan ekonomi.

Pertemuan terakhir antara Presiden Putin dan Presiden Xi secara langsung adalah pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Shanghai Cooperation Organization di Tianjin pada 31 Agustus-1 September 2025. Selain itu, Xi dan Putin juga sempat berkomunikasi melalui sambungan video pada 4 Februari 2026.

Presiden Putin pada Kamis (9/5) sempat mengatakan bahwa interaksi antara Rusia dan China merupakan faktor terpenting dalam menstabilkan hubungan internasional. Ia menggambarkan kerja sama antara negara-negara seperti China dan Rusia sebagai ‘faktor pencegahan dan stabilitas yang jelas’ dalam urusan global.

🔖 Baca juga:
Selat Hormuz: Titik Lemah Ekonomi Digital Dunia yang Rentan terhadap Gangguan Fisik

Kunjungan Putin ke China ini berlangsung usai Trump bertemu Presiden China itu di Beijing. Dalam pertemuan tersebut, Trump dan Xi membahas kerja sama perdagangan, ketegangan di Selat Hormuz, hingga persoalan Taiwan.

Trump mengatakan tak ingin melihat Taiwan mendeklarasikan kemerdekaan dan Selat Taiwan tenang. ‘Saya tidak ingin ada pihak yang mendeklarasikan kemerdekaan. Dan kita seharusnya menempuh perjalanan 9.500 mil untuk berperang? Saya tidak menginginkan itu,’ ujar Trump.

Dalam beberapa tahun terakhir, Taiwan berupaya melepaskan diri dari China. Namun, pemerintahan yang berbasis di Beijing bersumpah bakal mempertahankan pulau itu dengan cara apapun bila perlu dengan paksa.

🔖 Baca juga:
5 Warga Sipil Tewas di Selat Hormuz, Iran Tuduh AS Salah Sasaran Minta Pertanggungjawaban

AS sebelumnya menetapkan strategi ambigu soal Taiwan. Mereka menjalin kerja sama erat dan beberapa pejabatnya sempat berkunjung ke pulau itu. Kunjungan pejabat asing ke Taiwan di mata China merupakan dukungan terhadap pemerintahan yang berbasis di Taipei.

Kesimpulan dari pertemuan antara Putin dan Xi ini masih belum jelas, namun diharapkan dapat memperkuat hubungan antara Rusia dan China. Pertemuan ini juga diharapkan dapat membawa dampak positif bagi stabilitas hubungan internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *