BERITA

Kemnaker Raih Penghargaan di Bidang Kearsipan Nasional dan Siap Cetak 1 Juta Talenta Digital

×

Kemnaker Raih Penghargaan di Bidang Kearsipan Nasional dan Siap Cetak 1 Juta Talenta Digital

Share this article
Kemnaker Raih Penghargaan di Bidang Kearsipan Nasional dan Siap Cetak 1 Juta Talenta Digital
Kemnaker Raih Penghargaan di Bidang Kearsipan Nasional dan Siap Cetak 1 Juta Talenta Digital

GemaWarta – 20 Mei 2026 | Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali meraih penghargaan di bidang kearsipan nasional. Dalam Rapat Koordinasi Kearsipan Nasional dan Anugerah Kearsipan Nasional yang digelar Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Kemnaker memperoleh penghargaan Pengawasan Kearsipan Tahun 2026 Klaster II dengan kategori Sangat Memuaskan (AA) dengan nilai 97,18.

Perolehan tersebut meningkat dibanding capaian tahun sebelumnya yang berada di angka 95,51. Kenaikan sebesar 1,67 poin itu dinilai menjadi cerminan konsistensi perbaikan tata kelola kearsipan di lingkungan Kemnaker.

🔖 Baca juga:
Elton John Rilis Album Baru yang Berbeda dari Sebelumnya, ‘Sangat Bahagia’

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, pada Rabu (20/5/2026) di Kantor ANRI, Jakarta. Cris mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran dalam memperkuat sistem kearsipan yang semakin tertib, modern, dan terintegrasi.

Di lain sisi, Kemnaker juga menggandeng Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dan Wadhwani Foundation untuk memperluas pelatihan kecerdasan artifisial (AI), keterampilan digital, hingga kewirausahaan di Indonesia. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada 5 Mei 2026 di Jakarta.

Lewat kerja sama ini, ketiga pihak menargetkan pemberdayaan 1 juta talenta digital dan 100 ribu wirausahawan Indonesia melalui pelatihan berbasis teknologi. Program akan dijalankan melalui integrasi platform SIAPKerja milik Kemnaker dengan platform AI Wadhwani Foundation, yakni JobReady dan Genie AI.

Pelatihan nantinya diperluas ke jaringan 24 Balai Latihan Kerja (BLK) Kemnaker. Integrasi teknologi AI tersebut diklaim mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih personal dan adaptif sesuai kebutuhan industri terkini.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan transformasi dunia kerja akibat digitalisasi dan perkembangan teknologi berjalan sangat cepat. Menurut dia, kondisi ini menciptakan kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri.

Ia menilai Indonesia memang memiliki bonus demografi besar, tetapi tanpa intervensi yang tepat, potensi tersebut justru bisa berubah menjadi beban. Karena itu, kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional.

President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menyebut kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong demokratisasi AI di Indonesia.

"AI bukan hanya tentang inovasi, tetapi tentang bagaimana teknologi dapat membuka lebih banyak peluang, menghadirkan pengalaman yang lebih relevan, dan menciptakan manfaat nyata bagi pelanggan serta generasi muda Indonesia," kata Vikram.

Sementara itu, President Wadhwani Entrepreneurship, Meetul B. Patel, menekankan pentingnya kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Menurut dia, integrasi dengan SIAPKerja dan dukungan 24 BLK Kemnaker memungkinkan program menjangkau jutaan anak muda Indonesia dengan pelatihan yang lebih relevan dengan kebutuhan industri.

🔖 Baca juga:
Tata Cara Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 melalui SIAPkerja dan Skillhub Kemnaker

Dalam implementasinya, Kemnaker akan mendukung kebijakan dan pemanfaatan jaringan BLK. Wadhwani Foundation bertanggung jawab pada kurikulum, Learning Management System (LMS), serta platform JobReady dan Genie AI. Sementara Indosat menyediakan dukungan konektivitas, ekosistem teknologi, hingga inkubasi bisnis bagi Tenaga Kerja Mandiri (TKM).

Kolaborasi ini juga menyoroti aspek inklusivitas. Ketiga pihak berkomitmen menyediakan akses pelatihan bagi tenaga kerja penyandang disabilitas di seluruh BLK Kemnaker. Modul pelatihan akan disesuaikan dengan ragam kebutuhan peserta disabilitas.

Program ini bahkan sudah mulai dijalankan lewat Workshop Kewirausahaan berbasis AI yang berlangsung secara daring pada 10 hingga 14 Mei 2026. Sebanyak 8.744 peserta dari lebih dari 20 daerah di Indonesia mengikuti pelatihan tersebut. Dari program itu lahir lebih dari 1.200 ide usaha baru yang diproyeksikan mampu menciptakan 3.000 sampai 5.000 lapangan kerja baru dalam beberapa tahun ke depan.

Kemnaker juga tengah mengajukan Magang Nasional gelombang 4 kepada Presiden Prabowo Subianto. Sebanyak 150.000 ribu peserta ditargetkan mengikuti program di MagangHub kali ini. Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kustandi mengungkapkan, pembahasan anggaran program masih berlangsung di Sekretariat Negara.

"Untuk tahun ini kami sudah mengajukan ke Presiden dan sedang proses di Setneg untuk pembiayaan. Target 150 ribu peserta dan semoga bisa berjalan, paling tidak di Juli sudah mulai proses," kata Cris.

Magang Nasional merupakan bagian dari upaya perluasan akses kompetensi dan pengalaman kerja bagi lulusan baru. Di samping peluang magang di Magang Hub, mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi juga dapat mengakses Skill Hub dan Career Hub sebagai kesatuan ekosistem.

Cris menjelaskan, lewat ekosistem tersebut, mahasiswa dan lulusan pendidikan tinggi dapat menjalani pelatihan, mengakses peluang magang, dan mendapatkan informasi peluang kerja. Pada program pemagangan nasional sendiri, bidang yang dibuka bersifat lintas sektor, mulai dari pemerintahan, kementerian, lembaga negara, hingga perusahaan swasta.

"Semua bidang. Jadi pemerintahan juga kita akan buka, kementerian, negara, lembaga, kemudian perusahaan juga," ucapnya.

"Dari perusahaan mereka merasa terbantu sekali, dari kementerian juga terbantu karena tertutupi kebutuhan kerjanya, dan peserta mendapatkan keahlian serta sertifikat kompetensi," sambung Cris.

🔖 Baca juga:
Kolaborasi Indosat BTN Dorong Transformasi Layanan Keuangan Digital di Indonesia

Cris mengungkapkan, penyaringan pendaftar Magang Nasional 2026 masih sama seperti sebelumnya. Pendaftar akan menjalani seleksi berbasis kebutuhan instansi/perusahaan mitra. Perusahaan juga menentukan bidang dan lokasi penempatan pendaftar yang lolos seleksi.

"Penyaringan tetap seperti sebelumnya. Perusahaan membuka lowongan, kementerian membuka kebutuhan, lalu peserta mendaftar sesuai pilihan yang tersedia," ucapnya.

Diharapkan peserta pemagangan lulusan pendidikan tinggi dapat lebih siap menghadapi kebutuhan pasar kerja nasional usai mengikuti program. Berdasarkan gelombang sebelumnya, program ini juga menawarkan gaji yang sesuai dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) sesuai lokasi perusahaan penempatan.

Program ini menjadi solusi bagi para lulusan baru yang sering terkendala minim pengalaman kerja saat melamar pekerjaan. Dengan adanya program tersebut, pemerintah berharap lulusan perguruan tinggi dapat memiliki kesiapan kerja yang lebih baik dan mampu bersaing di dunia industri.

Kemnaker juga menargetkan pemberdayaan 1 juta talenta digital dan 100 ribu wirausahawan Indonesia melalui pelatihan berbasis teknologi. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan kerja peserta dan membuka lebih banyak peluang bagi mereka.

Dalam beberapa tahun ke depan, diharapkan program ini dapat menciptakan 3.000 sampai 5.000 lapangan kerja baru. Dengan demikian, Kemnaker dapat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia dan membantu meningkatkan kemampuan bersaing di dunia kerja.

Kesimpulan, Kemnaker telah meraih penghargaan di bidang kearsipan nasional dan siap untuk mencetak 1 juta talenta digital melalui kolaborasi dengan Indosat Ooredoo Hutchison dan Wadhwani Foundation. Program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesiapan kerja peserta dan membuka lebih banyak peluang bagi mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *