GemaWarta – 22 Mei 2026 | Hujan deras yang disertai angin kencang telah melanda beberapa wilayah di Indonesia, menyebabkan banjir dan kerusakan bangunan. Di Kabupaten Aceh Barat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak tujuh unit rumah warga dan satu unit sekolah mengalami kerusakan parah akibat hujan lebat dan angin kencang.
Peristiwa ini terjadi di sejumlah kecamatan dan menyebabkan kerusakan cukup signifikan, terutama pada bagian atap bangunan serta struktur rumah yang tertimpa pohon tumbang. Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronal, menjelaskan bahwa hujan deras yang disertai angin kencang mengakibatkan banyak pohon tumbang dan menimpa rumah warga serta tempat usaha.
Sementara itu, di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), hujan deras disertai angin kencang juga mengakibatkan tanah longsor dan banjir di beberapa lokasi. Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, sebanyak empat kecamatan terdampak, yaitu Kecamatan Pangenan, Astanajapura, Mundu, dan Waled.
Di luar negeri, hujan lebat juga melanda Provinsi Hunan, China tengah, menyebabkan lima orang tewas dan 11 lainnya hilang. Sebanyak 23 kota kecil dan distrik serta 103.247 warga terdampak oleh bencana ini.
Banjir juga terjadi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang merendam empat kecamatan, yaitu Kecamatan Pangenan, Astanajapura, Mundu, dan Waled. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga satu meter lebih.
Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas warga, terutama mereka yang berprofesi sebagai pedagang. Mereka terpaksa menghentikan aktivitas jualan karena banjir yang melanda rumah dan tempat usaha mereka.
Untuk mengatasi bencana ini, pihak berwenang telah mengerahkan petugas ke lokasi kejadian untuk melakukan pemantauan, pengkajian, dan pendataan terhadap bangunan yang terdampak. Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.
Kerusakan yang disebabkan oleh hujan deras dan banjir ini menimbulkan banyak korban jiwa dan kerusakan bangunan. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan upaya mitigasi untuk mengurangi dampak bencana ini.











