GemaWarta – 14 Juli 2026 | Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,1 mengguncang wilayah Jembrana, Bali, pada Senin (13/7/2026) malam pukul 20.06 Wita. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki pergerakan turun dengan kombinasi mendatar (oblique normal fault). Episenter gempa berada di laut, sekitar 28 kilometer timur laut Jembrana, pada koordinat 8,16 derajat Lintang Selatan dan 114,77 derajat Bujur Timur. Gempa terjadi pada kedalaman 12 kilometer.
Guncangan gempa dirasakan warga di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Jembrana dan Buleleng. Getaran gempa dirasakan dengan intensitas III MMI di Jembrana dan Buleleng. Pada skala tersebut, getaran terasa nyata di dalam rumah dan menyerupai truk besar yang sedang melintas.
Sementara itu, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan melakukan kunjungan langsung ke sekolah untuk meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin (13/7) di SDN 3 Dauhwaru dan SMPN 1 Negara. Kunjungan ini sengaja dilakukan guna memastikan proses adaptasi bagi siswa baru berjalan dengan nyaman, dan menyenangkan.
Bupati Kembang menekankan pentingnya peran aktif para guru dalam membimbing siswa baru. Ia meminta pihak sekolah tidak hanya mengenalkan fasilitas internal, tetapi juga lingkungan di sekitar sekolah agar para siswa memiliki pemahaman yang utuh. Ia juga memberikan motivasi besar kepada para siswa baru agar tidak takut untuk menggantungkan mimpi setinggi langit sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di sekolah.
Menutup arahannya, Bupati Kembang memberikan pesan tegas kepada seluruh jajaran pendidik untuk mengubah paradigma lama masa orientasi sekolah. Ia menginstruksikan agar segala bentuk kekerasan verbal maupun fisik dihilangkan dari dunia pendidikan. Ia berharap kepada para guru, ciptakan suasana yang ramah. Tidak seperti dulu yang identik dengan galak, apalagi sampai ada perploncoan. Sekolah harus menjadi rumah kedua yang nyaman bagi anak-anak kita.
Dengan dimulainya MPLS yang edukatif dan ramah anak ini, Pemerintah Kabupaten berharap mutu pendidikan dapat terus ditingkatkan, dimulai dari kesan pertama yang positif bagi para siswa baru di hari pertama mereka bersekolah.











