Internasional

Perang AS-Iran Segera Berakhir? Uni Emirat Arab Jadi Kunci Kesepakatan Damai

×

Perang AS-Iran Segera Berakhir? Uni Emirat Arab Jadi Kunci Kesepakatan Damai

Share this article
Perang AS-Iran Segera Berakhir? Uni Emirat Arab Jadi Kunci Kesepakatan Damai
Perang AS-Iran Segera Berakhir? Uni Emirat Arab Jadi Kunci Kesepakatan Damai

GemaWarta – 24 Mei 2026 | Setelah berbulan-bulan konflik, perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran tampaknya akan segera berakhir. Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan damai dengan Iran telah sebagian besar dinegosiasikan dan akan segera diumumkan. Trump menyebut bahwa aspek dan detail akhir dari kesepakatan tersebut saat ini sedang dibahas dan akan diumumkan segera.

Trump juga mengatakan bahwa dirinya telah berbicara dengan para pemimpin Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan lainnya tentang nota kesepahaman yang berkaitan dengan perdamaian. Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia, juga akan dibuka kembali sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.

🔖 Baca juga:
Krisis Minyak Iran Memicu Kejutan: UE Siapkan Impor Bahan Bakar Jet dari AS untuk Selamatkan Langit Eropa

Uni Emirat Arab (UEA) sendiri telah menjadi salah satu kunci dalam kesepakatan damai antara AS dan Iran. Penasihat Diplomatik Presiden UEA, Anwar Gargash, menilai peluang AS dan Iran mencapai kesepakatan terkait Selat Hormuz saat ini hanya ’50:50′. Gargash memperingatkan konflik baru antara Washington dan Teheran hanya akan memperburuk situasi kawasan Timur Tengah yang sudah memanas dalam beberapa bulan terakhir.

UEA telah menjadi sasaran sekitar 3.300 drone dan rudal selama 40 hari pertama perang yang dimulai pada 28 Februari lalu. Hanya sekitar empat persen serangan yang berhasil menembus sistem pertahanan udara UEA. Iran secara efektif telah menutup Selat Hormuz sejak konflik dimulai, terutama setelah Teheran mengumumkan pembentukan badan khusus untuk mengelola jalur laut tersebut.

🔖 Baca juga:
AS Khawatir: Nuklir Rusia di Antariksa Bisa Mengganggu Satelit Global

Kantor berita Fars yang berafiliasi dengan Iran menyebut, klaim Trump tentang pembukaan kembali Selat Hormuz tidak benar. Dikatakan bahwa Selat Hormuz akan tetap berada di bawah kendali Iran, sesuai dengan proposal terbaru antara AS dan Iran. Meskipun Iran telah setuju untuk mengizinkan jumlah kapal yang melintas kembali ke tingkat sebelum perang, hal ini sama sekali tidak berarti ‘lalu lintas bebas’ seperti yang ada sebelum perang.

Dokumen terbaru membahas soal pembukaan kembali Selat Hormuz dan penarikan pasukan blokade AS di pelabuhan-pelabuhan Iran. Nota Kesepahaman juga membahas bahwa AS akan mencairkan sebagian aset Iran yang disimpan di bank-bank luar negeri. Hal itu akan memicu tenggat waktu setidaknya 30 hari untuk kelanjutan negosiasi demi penyelesaian sisa-sisa masalah krusial terkait program nuklir Iran.

🔖 Baca juga:
AS Desak China Turun Tangan, Iran Dibujuk Buka Selat Hormuz di Tengah Tekanan Global

Kesimpulan, perang antara AS dan Iran tampaknya akan segera berakhir dengan kesepakatan damai yang telah sebagian besar dinegosiasikan. Uni Emirat Arab menjadi salah satu kunci dalam kesepakatan tersebut, dan Selat Hormuz akan dibuka kembali sebagai bagian dari kesepakatan. Namun, masih ada kemungkinan sengketa pada menit-menit akhir yang dapat menggagalkan kesepakatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *