OLAHRAGA

Drama di King Abdullah Sport City: Al‑Ahli Tumbangkan JDT 1‑2 Meski Bermain 10 Pemain

×

Drama di King Abdullah Sport City: Al‑Ahli Tumbangkan JDT 1‑2 Meski Bermain 10 Pemain

Share this article
Drama di King Abdullah Sport City: Al‑Ahli Tumbangkan JDT 1‑2 Meski Bermain 10 Pemain
Drama di King Abdullah Sport City: Al‑Ahli Tumbangkan JDT 1‑2 Meski Bermain 10 Pemain

GemaWarta – 18 April 2026 | Johor Darul Ta’zim (JDT) harus menelan kepahitannya setelah gagal melanjutkan ke semifinal AFC Champions League Elite. Pada Jumat, 17 April 2026, tim asal Malaysia itu kalah 1‑2 dari pendukung tunggal Al‑Ahli Saudi FC dalam laga putaran perempat final yang digelar di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah.

Babak pertama dimulai dengan kejutan besar. Pada menit ke‑19, JDT memperoleh keunggulan lewat gol bunuh diri Al‑Ahli defender Ali Majrashi setelah menerima umpan silang rendah dari penyerang Brasil Jairo da Silva. Namun, kegembiraan JDT tidak berlangsung lama. Pada menit ke‑38, Majrashi menerima kartu merah langsung setelah melakukan tekel berbahaya yang menimpa Jairo, mengakibatkan striker JDT terjatuh tak sadarkan diri dan harus dilarikan dengan tandu. Kejadian ini membuat Al‑Ahli bermain dengan sepuluh pemain, namun justru memicu semangat tim tuan rumah.

🔖 Baca juga:
Mahrez Angkat Al Ahli ke Perempat Final ACL Elite Usai Gol Bebas Dramatis melawan Al Duhail

Dengan keunggulan satu angka, JDT berusaha mengendalikan permainan, namun Al‑Ahli tak menunjukkan tanda-tanda kelemahan. Di menit tambahan babak pertama (45+3), Franck Kessie menghubungkan bola dari sudut kanan yang diumpan Riyad Mahrez, kemudian melompat lebih tinggi daripada bek JDT dan menegaskan penyama kedudukan lewat sundulan kuat.

Memasuki babak kedua, Al‑Ahli semakin menguasai lini tengah. Pada menit ke‑54, Wenderson Galeno melepaskan tembakan jarak jauh yang meluncur melewati kiper Andoni Zubiaurre, menambah keunggulan 2‑1 bagi tim Saudi. JDT berusaha bangkit dengan mengganti striker utama mereka, menurunkan Bergson da Silva pada menit ke‑75 untuk menambah opsi menyerang.

Meskipun demikian, pertahanan Al‑Ahli tetap solid. Edouard Mendy, penjaga gawang asal Prancis, melakukan beberapa penyelamatan krusial, termasuk menepis peluang berbahaya yang diciptakan oleh Bergson dan rekan-rekannya pada menit‑menit akhir. Di sisi lain, JDT mengalami kesulitan menembus pertahanan yang kini dipimpin oleh empat pemain bertahan berpengalaman: Ali Majrashi, Rayan Hamed, Roger Ibanez, dan Zakaria Al Hawsawi.

Berbagai pelanggaran terjadi di menit‑menit akhir, dengan sejumlah pemain JDT menerima kartu kuning karena frustrasi. Suasana semakin tegang, namun peluit akhir menandakan kemenangan 2‑1 untuk Al‑Ahli. Dengan hasil ini, Al‑Ahli melaju ke semifinal dan akan menghadapi Vissel Kobe dari Jepang, yang sebelumnya mengalahkan Al‑Sadd lewat adu tendangan penalti.

Berikut susunan pemain yang memulai laga:

🔖 Baca juga:
AFC Perluas ACL Elite Jadi 32 Tim: Peluang Besar Persib Bandung Menembus Panggung Asia
  • Al‑Ahli (10 pemain): Edouard Mendy; Ali Majrashi, Rayan Hamed, Roger Ibanez, Zakaria Al Hawsawi; Franck Kessie, Matheus Goncalves; Riyad Mahrez, Enzo Millot, Wenderson Galeno; Ivan Toney.
  • JDT (11 pemain): Andoni Zubiaurre; Oscar Arribas, Raul Parra, Eddy Silvestre, Antonio Glauder; Nene, Ignacio Insa; Marcos Guilherme, Nacho Mendez, Jonathan Silva; Jairo da Silva.

Meski berjuang dengan satu pemain kurang, Al‑Ahli menunjukkan kualitas taktik dan mental yang luar biasa. Keberhasilan mereka menahan gempuran JDT, sekaligus mengubah kekurangan jumlah pemain menjadi motivasi tambahan, menjadi pelajaran berharga bagi klub-klub Asia lain yang menargetkan prestasi di kompetisi tertinggi benua.

Keberhasilan Al‑Ahli di kuarter final menegaskan posisi mereka sebagai salah satu kekuatan dominan dalam sepakbola Asia. Pertandingan ini juga menambah catatan penting dalam sejarah JDT, yang meski pernah menorehkan prestasi gemilang di kompetisi domestik, belum mampu menembus babak semifinal ACL Elite. Kedepannya, manajemen JDT diharapkan mengevaluasi strategi, terutama dalam hal kedisiplinan pemain dan kesiapan mental ketika menghadapi situasi kritis.

Dengan langkah menuju semifinal, Al‑Ahli kini menatap tantangan baru melawan Vissel Kobe. Pertarungan dua gaya permainan—gaya fisik dan taktik tim Saudi melawan kecepatan serta teknik tim Jepang—diprediksi akan menjadi laga yang menegangkan. Penggemar sepakbola Asia menantikan aksi selanjutnya, sementara JDT kembali menatap masa depan dengan harapan bangkit kembali pada kompetisi regional berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *