BERITA

Menghadapi Musim Kemarau: Upaya Pemerintah dan Tips untuk Masyarakat

×

Menghadapi Musim Kemarau: Upaya Pemerintah dan Tips untuk Masyarakat

Share this article
Menghadapi Musim Kemarau: Upaya Pemerintah dan Tips untuk Masyarakat
Menghadapi Musim Kemarau: Upaya Pemerintah dan Tips untuk Masyarakat

GemaWarta – 26 Mei 2026 | Musim kemarau telah tiba, dan dampaknya mulai dirasakan di berbagai wilayah. Pemerintah Kabupaten Ngawi, misalnya, telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,3 miliar untuk peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Cantel dan Desa Gunungsari, serta perluasan jaringan perpipaan di Desa Dampit. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi krisis air bersih di wilayah yang masuk zona non-Cekungan Air Tanah (CAT) atau daerah dengan keterbatasan sumber air tanah.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Ngawi, Maftuh Affandi, menjelaskan bahwa proyek tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat layanan air bersih bagi masyarakat, terutama saat musim kemarau. Wilayah seperti Cantel, Gunungsari, dan Dampit memiliki karakteristik geografis yang cukup sulit untuk pemanfaatan air tanah. Karena itu, pendekatan yang digunakan lebih diarahkan pada sistem perpipaan dan pemanfaatan sumber air baku yang tersedia.

🔖 Baca juga:
BMKG: Cuaca Ekstrem dan Prediksi Idul Adha 2026

Di sisi lain, masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi kendaraan mereka, terutama ban, saat menghadapi suhu dan kondisi jalan yang lebih ekstrem di musim kemarau. Peningkatan suhu pada ban saat berkendara dapat mengurangi daya cengkeram hingga meningkatkan risiko pecah ban. Oleh karena itu, penting bagi pengguna SUV untuk memeriksa tekanan angin secara berkala, terutama saat kondisi ban masih dingin agar pengendara tidak mengisi tekanan angin secara berlebihan.

Untuk meminimalkan risiko aus dan retak pada ban, pengguna mobil berjenis SUV perlu memperhatikan beberapa hal, seperti desain tapak dengan profil kotak yang membantu menyebarkan beban kendaraan secara merata ke seluruh permukaan ban, sehingga mobil lebih stabil dan mencegah keausan ban yang tidak merata. Selain itu, kekuatan struktur tapak dan pola tapak dengan tingkat kekakuan yang tinggi juga membantu menjaga bentuk dan kestabilan permukaan ban saat suhu jalan meningkat.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BPBD Jatim telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menghadapi krisis air bersih dan terganggunya sektor pertanian akibat musim kemarau. Tujuh kabupaten telah menetapkan status siaga darurat kekeringan, dan BPBD Jatim telah menyiapkan bantuan air bersih untuk daerah yang terdampak.

BPBD Jatim juga mempertimbangkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama musim kemarau untuk memicu hujan di wilayah yang mengalami kekeringan. Namun, pelaksanaan OMC tidak bisa dilakukan begitu saja dan masih menunggu rekomendasi resmi dari BMKG.

Bagi pemilik rumah, memilih jenis rumput yang tahan panas dapat membantu mengurangi perawatan harian di musim kemarau. Beberapa jenis rumput bahkan tetap tumbuh subur meski jarang disiram. Dengan demikian, halaman tetap hijau dan terlihat rapi meskipun di tengah musim kemarau.

Dalam menghadapi musim kemarau, baik pemerintah maupun masyarakat perlu bekerja sama untuk mengatasi krisis air bersih dan dampak lainnya. Dengan langkah-langkah yang tepat dan perencanaan yang matang, diharapkan masyarakat dapat melewati musim kemarau dengan lebih siap dan tangguh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *