GemaWarta – 18 April 2026 | Musim 2025/2026 menjadi titik balik yang tak terelakkan bagi Liverpool. Kegagalan di Liga Champions dan jarak jauh dari juara Liga Inggris memaksa manajemen Anfield menyiapkan perombakan besar demi menyongsong musim depan.
Menurut laporan terbaru, sembilan pemain berada di ambang pintu keluar pada akhir musim. Daftar lengkapnya dirangkum dalam tabel berikut:
| Pemain | Posisi | Asal | Potensi Tujuan |
|---|---|---|---|
| Mohamed Salah | Penyerang | Mesir | Masih dipertimbangkan, rumor klub Premier League |
| Andy Robertson | Bek Kiri | Skotlandia | Tottenham Hotspur |
| Hugo Ekitike | Penyerang | Prancis | Masih dalam proses pemulihan cedera |
| Virgil van Dijk | Bek Tengah | Belanda | Dipertimbangkan oleh klub Serie A |
| Ibrahima Konaté | Bek Tengah | Prancis | Masih dalam negosiasi |
| Dominik Szoboszlai | Gelandang | Hungaria | Target klub Bundesliga |
| Ryan Gravenberch | Gelandang | Belanda | Diproyek oleh klub Eredivisie |
| Curtis Jones | Gelandang | Inggris | Inter Milan, Tottenham |
| Harvey Elliott | Gelandang | Inggris | Opsi penjualan pada bursa musim panas |
Kepergian dua figur ikonik, Mohamed Salah dan Andy Robertson, menjadi sorotan utama. Kedua pemain tidak hanya menyumbang kontribusi di lapangan, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan bagi suporter Anfield. Jika mereka meninggalkan Liverpool, lubang tak terisi akan muncul di lini serang dan lini belakang.
Di samping rumor penjualan, muncul spekulasi kuat mengenai kepulangan Xabi Alonso ke Anfield sebagai manajer. Mantan gelandang Spanyol yang pernah bermain untuk Liverpool ini kini menjadi kandidat utama menggantikan Arne Slot, yang kini berada di bawah tekanan intens setelah kegagalan melaju ke final Liga Champions melawan Paris Saint‑Germain.
Jika Alonso mengambil alih kursi kepelatihan, perombakan taktik dan susunan skuad diperkirakan akan menjadi lebih radikal. Salah satu konsekuensi potensial adalah ancaman bagi dua bintang Liverpool yang kini dikabarkan “terancam didepak seketika”. Meskipun belum ada konfirmasi resmi, nama‑nama seperti Alexis Mac Allister dan Curtis Jones masuk dalam daftar pemain yang dapat dipindahkan untuk memberi ruang bagi reinforcemen baru.
Arne Slot sendiri telah mengandalkan “faktor Anfield” dalam berbagai wawancara pra‑pertandingan, namun penampilan melawan PSG menunjukkan bahwa ia belum mampu memanfaatkan atmosfir rumah dengan optimal. Analisis dari media Inggris menilai bahwa tanpa dukungan riuh suporter, skuad Liverpool menjadi “terbuka” dan kesalahan tak dapat disembunyikan. Keputusan taktis seperti menurunkan Alexander Isak yang belum fit dan menempatkan Hugo Ekitike di sisi kanan menambah kritik terhadap Slot.
Di tengah ketidakpastian, Liverpool juga menatap pasar transfer untuk mengisi kekosongan yang mungkin terjadi. Klub Premier League Crystal Palace menjadi incaran utama Liverpool untuk mendatangkan penyerang berharga £80 juta, Wharton, yang dinilai cocok mengisi peran yang ditinggalkan oleh Mac Allister. Sementara itu, Curtis Jones, yang kontraknya akan habis pada musim panas, diperkirakan akan dijual jika tidak mendapatkan menit bermain yang cukup.
Secara keseluruhan, musim ini menandai titik kritis bagi Liverpool. Manajemen harus menyeimbangkan antara mempertahankan identitas klub, memanfaatkan dukungan Anfield, dan melakukan restrukturisasi pemain serta staf teknik. Keputusan mengenai nasib Xabi Alonso, Arne Slot, serta sembilan pemain yang masuk daftar jual akan menentukan arah Liverpool dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang.
Jika perombakan berjalan lancar, Anfield dapat kembali menjadi “rumah kemenangan” yang menakutkan bagi lawan. Namun, kegagalan mengelola transisi ini berpotensi menurunkan prestise klub di kancah domestik dan internasional.









