GemaWarta – 18 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi selama dua hari perdagangan berturut‑turut, menurunkan level di sekitar 7.590 poin. Penurunan tersebut memicu kekhawatiran pasar, namun pada sesi pembukaan perdagangan Jumat, 17 April 2026, indeks kembali menguat 0,20 persen menjadi 7.636,89 poin, menandai rebound pertama setelah fase koreksi.
Data transaksi menunjukkan nilai perdagangan harian mencapai Rp 7,82 triliun dengan volume transaksi Rp 20,58 miliar dan total 1,13 juta transaksi. Sektor transportasi memimpin kenaikan dengan pertumbuhan 1,80 persen, diikuti teknologi (1,03 persen) dan bahan baku (0,90 persen). Sektor keuangan, konsumer siklikal, dan kesehatan mencatat penurunan masing‑masing 0,80, 0,68, dan 0,25 persen.
Analisis teknikal yang dirilis oleh Phintraco Sekuritas menyoroti Stochastic RSI berada di zona overbought, sementara MACD menunjukkan penyempitan histogram positif. Dengan kondisi tersebut, analis memperkirakan IHSG akan beroperasi dalam kisaran 7.600‑7.700 poin pada sesi berikutnya.
Selama dua hari koreksi, aliran dana asing menjadi sorotan utama. Laporan transaksi harian mengindikasikan bahwa investor asing secara signifikan meningkatkan pembelian pada tiga saham unggulan LQ45, yaitu Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI). Pembelian ini menandai pergeseran sentimen yang dapat menjadi katalis bagi pergerakan indeks ke arah bullish.
| Saham | Pergerakan | Harga Penutupan |
|---|---|---|
| Surya Citra Media Tbk (SCMA) | +6,21% | Rp 308 |
| PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) | +4,27% | Rp 1.220 |
| PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) | +3,42% | Rp 11.325 |
Surya Citra Media, yang bergerak di bidang media digital, mencatat lonjakan 6,21 persen atau setara 18 poin. PT Trimegah Bangun Persada, perusahaan sekuritas, naik 4,27 persen dengan tambahan 50 poin. Sementara itu, PT Adaro Andalan Indonesia, pemain utama di sektor pertambangan batubara, menambah 3,42 persen atau 375 poin.
Penambahan posisi oleh investor asing pada saham-saham ini tidak lepas dari faktor fundamental yang kuat. SCMA telah melaporkan pertumbuhan pendapatan digital yang stabil, NCKL menunjukkan peningkatan aktivitas underwriting, dan AADI mendapat manfaat dari kenaikan harga komoditas batubara global. Kombinasi fundamental positif dan tekanan beli asing memberikan dukungan pada harga saham, sekaligus membantu menstabilkan IHSG setelah dua hari penurunan.
Secara makro, pergerakan IHSG selama seminggu terakhir menunjukkan kenaikan 2,35 persen, mengindikasikan bahwa pasar masih berada dalam fase akumulasi. Para analis memperkirakan bahwa bila sentimen asing tetap positif, indeks dapat melanjutkan kenaikan menuju level psikologis 7.700‑7.800 poin. Namun, risiko geopolitik dan data ekonomi domestik yang masih lemah tetap menjadi faktor penghambat.
Investor disarankan untuk memantau indikator teknikal utama serta aliran dana asing dalam beberapa sesi ke depan. Jika Stochastic RSI tetap berada di zona overbought dan volume beli asing terus meningkat, peluang bagi IHSG untuk melanjutkan rally dapat menjadi lebih kuat. Sebaliknya, munculnya tekanan jual dari sektor keuangan atau konsumer dapat memicu kembali koreksi.
Kesimpulannya, koreksi dua hari berturut‑turut memberikan peluang bagi investor yang mencari entry point pada saham-saham yang didukung oleh aliran dana asing. Saham SCMA, NCKL, dan AADI menonjol sebagai pilihan potensial dalam portofolio jangka pendek maupun menengah, sementara IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran 7.600‑7.700 poin dalam minggu mendatang, dengan kemungkinan menembus level 7.700 jika sentimen tetap positif.











