GemaWarta – 01 Juni 2026 | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan tekanan terhadap nilai tukar rupiah akan mulai mereda dalam dua hingga tiga bulan ke depan. Perkiraan ini didasarkan pada membaiknya kondisi geopolitik global, terutama hubungan antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel yang menunjukkan sinyal positif.
Purbaya menilai bahwa perbaikan kondisi global tersebut dapat memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan dan mendukung penguatan fundamental ekonomi Indonesia. Meningkatnya stabilitas global juga diyakini akan membantu memulihkan kepercayaan investor terhadap aset-aset domestik, termasuk rupiah.
Menkeu Purbaya juga menegaskan bahwa pemerintah telah memperhitungkan depresiasi nilai tukar rupiah yang mendekati level saat ini dalam penyusunan anggaran. Sehingga, kondisi anggaran negara tetap aman meskipun rupiah mengalami pelemahan.
Lebih lanjut, Purbaya menekankan bahwa penguatan fundamental ekonomi merupakan faktor utama yang akan menentukan arah nilai tukar rupiah dalam jangka panjang. Pemerintah fokus menjaga pertumbuhan ekonomi tetap kuat dalam jangka menengah, jangka pendek, maupun jangka panjang.
Di sisi lain, pembentukan BUMN ekspor PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) diyakini akan memberikan dampak positif terhadap ekosistem pasar modal domestik, sehingga menguntungkan investor. Implementasi ekspor satu pintu melalui PT DSI nantinya akan menanamkan kedisiplinan terkait pelaporan hasil ekspor kepada para pelaku usaha.
Kantor Purbaya juga membuka Program Magang Khusus Mandiri Tahun 2026 dengan total 1.084 formasi yang tersebar di berbagai kantor Kemenkeu di 34 provinsi Indonesia. Program ini menjadi peluang menarik bagi mahasiswa aktif untuk menambah pengalaman, memperluas jaringan profesional, sekaligus mengenal lebih dekat dunia kerja di salah satu kementerian strategis di Indonesia.
Kesimpulan, Purbaya yakin bahwa tekanan rupiah akan mereda dalam dua bulan ke depan berkat membaiknya kondisi geopolitik global dan penguatan fundamental ekonomi Indonesia. Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas sektor keuangan dan memperkuat pertumbuhan ekonomi domestik untuk mendukung penguatan nilai tukar rupiah.









