GemaWarta – 29 Mei 2026 | Tahun Hijriah 2026 membawa berbagai momen penting bagi umat Islam di Indonesia. Salah satu momen yang paling dinantikan adalah Idul Adha, yang jatuh pada bulan Dzulhijjah. Pada tahun ini, jumlah hewan kurban di Bengkulu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai 12.199 ekor. Peningkatan ini menunjukkan tren positif dalam pelaksanaan ibadah kurban di wilayah tersebut.
Kenaikan jumlah hewan kurban tidak hanya mencerminkan aspek kuantitas, tetapi juga menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat dalam berbagi. Masyarakat kini semakin memahami makna kurban sebagai bentuk kepedulian sosial, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Selain itu, peningkatan ini juga menjadi cerminan dari kondisi ekonomi masyarakat yang relatif membaik, sehingga lebih banyak warga yang mampu berpartisipasi dalam ibadah kurban.
Pelaksanaan Idul Adha di Provinsi Bengkulu berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Hal ini terlihat dari antusiasme masyarakat yang mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari shalat Id hingga penyembelihan hewan kurban. Pelaksanaan salat Idul Adha tingkat provinsi dipusatkan di Masjid Raya Baitul Izzah yang dihadiri oleh ribuan umat Islam.
Di sisi lain, Kalender Islam Bulan Juni 2026 mencakup akhir Dzulhijjah 1447 H dan awal Muharram 1448 H. Bulan ini merupakan bulan terakhir dalam penanggalan Islam dan menandai dimulainya Tahun Baru Islam. Umat Islam di Indonesia mempersiapkan diri untuk menyambut bulan-bulan penting ini dengan melakukan ibadah dan kegiatan keagamaan.
Komisi III DPR RI juga menyatakan bahwa penggunaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk pengadaan hewan kurban Presiden Prabowo Subianto tidak salah secara hukum maupun syariah. Penggunaan dana APBN untuk pengadaan hewan kurban presiden melalui skema bantuan presiden diatur dalam Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Presiden Prabowo Subianto menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah yang seluruhnya berasal dari peternak lokal dan terdiri atas sapi premium dengan bobot di atas 800 kilogram hingga 1,3 ton. Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengatakan hewan-hewan kurban itu disalurkan ke 552 daerah, lembaga pendidikan, pondok pesantren, lembaga sosial, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama di seluruh Indonesia.
Kesimpulan, Tahun Hijriah 2026 membawa berbagai momen penting bagi umat Islam di Indonesia, termasuk Idul Adha dan awal Muharram. Peningkatan jumlah hewan kurban dan pelaksanaan ibadah yang khidmat menunjukkan kesadaran masyarakat dalam berbagi dan beribadah. Penggunaan APBN untuk pengadaan hewan kurban presiden juga tidak salah secara hukum maupun syariah.











