GemaWarta – 01 Juni 2026 | Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) merupakan salah satu jalur masuk perguruan tinggi yang sangat dinantikan oleh para siswa. Namun, tidak semua anak yang mengikuti SNBT berhasil lulus. Bagi mereka yang gagal, perasaan kecewa dan stres bisa sangat mengganggu. Psikolog Klinis Anak dan Remaja, Alida Shally Maulinda, M.Psi., Psikolog, mengingatkan bahwa sikap denial dapat bermanifestasi menjadi serangkaian keluhan fisik.
Menurut Alida, rasa kecewa ini tidak nyaman dirasakan, pikiran jadi penuh, perasaan tidak karuan, sering juga terasa di tubuh seperti sakit kepala atau sulit tidur. Alih-alih hilang secara alami, kebiasaan menekan perasaan tersebut ibarat menyimpan bom waktu yang siap meledak kapan saja, dan berpotensi mengubah karakter dasar anak.
Sementara itu, Universitas Mercu Buana membuka program beasiswa SNBT, yang menjadi bagian dari komitmen kampus dalam memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas bagi generasi muda Indonesia yang memiliki potensi akademik dan semangat berprestasi. Peserta SNBT berkesempatan memperoleh berbagai skema bantuan pendidikan, mulai dari potongan biaya kuliah hingga beasiswa penuh selama masa studi.
Di lain pihak, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) juga membuka jalur penerimaan istimewa bagi penyandang disabilitas serta penghafal Al Quran (hafiz/hafizah) melalui seleksi Mandiri. Baik penyandang disabilitas maupun penghafal Al-Qur’an tetap diwajibkan mengikuti Ujian Tulis Mandiri Berbasis Komputer (UTMBK), sama seperti peserta pada jalur reguler pada umumnya.
Kesimpulan, SNBT merupakan salah satu jalur masuk perguruan tinggi yang sangat dinantikan oleh para siswa. Namun, bagi mereka yang gagal, perasaan kecewa dan stres bisa sangat mengganggu. Oleh karena itu, peran orang tua dan pendidik sangat penting dalam membantu anak mengatasi stres dan memilih jalur masuk yang tepat.











