GemaWarta – 12 Juli 2026 | Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program revitalisasi sekolah. Sebanyak 30 sekolah di Makassar telah masuk dalam daftar penerima program revitalisasi sekolah tahun 2026. Program ini bertujuan untuk memperbaiki infrastruktur sekolah dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Selain itu, Kemendikdasmen juga mengembangkan kurikulum pendidikan yang lebih baik. Pada tahun ajaran 2026/2027, Kemendikdasmen mengusung konsep Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah dengan menetapkan enam materi wajib yang harus disampaikan sekolah. Materi tersebut meliputi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, program pembuka sebelum pembelajaran, serta pengajaran sikap menggunakan media sosial secara beradab dan bertanggung jawab.
Kemendikdasmen juga berencana menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) pada semua mata pelajaran. Pendekatan ini dirancang untuk membuat proses belajar lebih bermakna, mendalam, dan melibatkan peserta didik secara aktif. Selain itu, Kemendikdasmen juga menetapkan pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional (AN) tahun 2026 dimulai pada 27 Juli 2026.
Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, Kemendikdasmen bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur. Kerja sama ini bertujuan untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Indonesia di Malaysia dan mempererat hubungan antara Indonesia dan Malaysia melalui jalur pendidikan.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Kemendikdasmen berharap dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan mempersiapkan generasi penerus yang lebih berkualitas dan siap menghadapi tantangan global.











