Pendidikan

Presiden Prabowo Ingin Bahasa Prancis Diajarkan di Sekolah, Pemprov Jatim Menunggu Instruksi

×

Presiden Prabowo Ingin Bahasa Prancis Diajarkan di Sekolah, Pemprov Jatim Menunggu Instruksi

Share this article
Presiden Prabowo Ingin Bahasa Prancis Diajarkan di Sekolah, Pemprov Jatim Menunggu Instruksi
Presiden Prabowo Ingin Bahasa Prancis Diajarkan di Sekolah, Pemprov Jatim Menunggu Instruksi

GemaWarta – 03 Juni 2026 | Presiden RI Prabowo Subianto ingin Bahasa Prancis diajarkan di sekolah-sekolah Indonesia. Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyatakan, sampai detik ini belum ada arahan dari pemerintah pusat soal Bahasa Prancis dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah.

🔖 Baca juga:
Bahlil Pastikan BBM Subsidi Tak Naik Sampai 2027, Kebijakan Stabilitas Energi Pemerintah

Belum ada instruksi dari pemerintah pusat, kata Aries di Gedung Negara Grahadi usai pelantikan ratusan kepala sekolah, Rabu (3/6/2026).

Aries menyatakan, Dindik Jatim siap menjalankan instruksi pemerintah pusat soal Bahasa Prancis dimasukkan ke dalam kurikulum. Hanya saja, sampai saat ini belum ada arahan dari pusat.

Sampai sekarang belum ada arahan, kita menunggu saja. Prinsip, apapun yang diperintahkan kita siap, tambahnya.

Sebelumnya, dilansir dari detikNews, Prabowo mengatakan sudah menginstruksikan kepada seluruh sekolah di Indonesia untuk mengajarkan bahasa Prancis kepada siswa.

Prabowo menyebut hal itu dilakukan melihat perkembangan dunia ke depan. Hal tersebut disampaikan Prabowo saat kunjungan di Istana Kepresidenan Élysée, Paris, Kamis (28/5).

Prabowo menyampaikan itu di hadapan Macron. Sekarang saya sudah menginstruksikan bahwa semua tingkatan sekolah di Indonesia harus belajar bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan, kata Prabowo.

🔖 Baca juga:
Ekonomi Indonesia: Pembentukan France-Indonesia High Level Business Council

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mengatakan implementasi pengajaran bahasa Prancis di sekolah perlu pengkajian dan pemetaan.

Lalu menilai pemerintah perlu mempertegas rencana tersebut. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu menekankan pembelajaran bahasa Prancis di sekolah-sekolah tidak bisa direalisasikan secara mendadak.

Karena itu, Lalu meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengkaji lebih lanjut wacana memasukkan bahasa Prancis dalam kurikulum.

Persoalannya adalah tentu tidak serta-merta kebijakan tersebut langsung instan untuk dilaksanakan. Kami meminta kepada pemerintah untuk melakukan kajian, melakukan pemetaan, kata Lalu di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Lalu menilai Kemendikdasmen perlu mengkaji skema penerapan, regulasi, perangkat pembelajaran, hingga ketersediaan tenaga pengajar.

Ia pun mempertanyakan jumlah guru bahasa Prancis yang tersedia apakah mencukupi untuk mengajar siswa di sekolah-sekolah seluruh Indonesia.

🔖 Baca juga:
Terungkap! Kunci Jawaban Pintar Kemenag untuk Kurikulum Berbasis Cinta yang Siap Membantu Guru

Silakan lakukan kajian, lakukan pemetaan, berapa hari ini lulusan sarjana bahasa Prancis yang kita miliki. Apakah jumlah lulusan tersebut mencukupi untuk sekolah, baik negeri maupun swasta, kata Lalu.

Apa kebijakan tersebut langsung sekaligus atau melalui tahapan-tahapan? Misalnya diperuntukkan untuk sekolah-sekolah tertentu dulu atau memang harus wajib untuk sekolah se-Indonesia?

Lalu mengakui penguasaan bahasa asing penting untuk mengikuti arus perkembangan dunia dan ilmu pengetahuan. Namun, pemerintah disebutnya lebih baik fokus menyelesaikan persoalan pendidikan yang masih berlangsung.

Contoh, kesejahteraan guru hari ini terus bergulir. Klaster guru yang PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) paruh waktu, PPPK penuh waktu, dan sebagainya, kata Lalu.

Kami meminta kepada Bapak Presiden untuk segera menuntaskan ini, bila perlu beliau memanggil menteri-menteri terkait agar ini cepat tuntas, agar ini cepat selesai dan tidak menjadi persoalan yang tidak kunjung selesai.

Kesimpulan, rencana pemerintah untuk mengajarkan bahasa Prancis di sekolah-sekolah Indonesia masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat. Pemprov Jatim siap menjalankan instruksi tersebut, namun masih mempertanyakan ketersediaan tenaga pengajar dan skema penerapan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *