GemaWarta – 04 Juni 2026 | Setelah menutup perjalanan yang mengecewakan di Piala Dunia 2022, tim nasional Belgia kembali hadir di putaran final Piala Dunia 2026 dengan wajah yang berbeda. Julukan Setan Merah masih melekat, tetapi fondasi tim kini tidak lagi sepenuhnya bertumpu pada para pemain yang pernah membawa Belgia menempati peringkat pertama dunia FIFA dan meraih posisi ketiga pada Piala Dunia 2018.
Generasi emas yang diperkuat Eden Hazard, Vincent Kompany, Toby Alderweireld, Jan Vertonghen, dan Dries Mertens telah menjadi bagian sejarah. Kini Belgia memasuki babak baru dengan mengandalkan perpaduan pemain senior yang masih bertahan serta sejumlah talenta muda yang berkembang di berbagai liga top Eropa.
Di bawah arahan pelatih Rudi Garcia, Belgia mencoba membangun kembali identitas permainan yang sempat menjadikan mereka salah satu kekuatan utama sepak bola dunia. Garcia mewarisi skuad yang masih memiliki kualitas tinggi, tetapi membutuhkan keseimbangan antara pengalaman dan regenerasi.
Sosok yang tetap menjadi pusat perhatian adalah Kevin De Bruyne. Gelandang kreatif yang kini memperkuat Napoli tersebut masih menjadi otak permainan Belgia. Kemampuan membaca ruang, akurasi umpan, serta visi bermainnya menjadikan De Bruyne sebagai pemain yang mampu menentukan arah pertandingan.
Di lini depan, Belgia masih mengandalkan ketajaman Romelu Lukaku. Penyerang yang juga bermain untuk Napoli itu tetap menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Belgia. Meski usianya tidak lagi muda, insting gol dan kekuatan fisiknya masih menjadi senjata utama Setan Merah.
Sementara itu, di bawah mistar, kehadiran Thibaut Courtois memberikan rasa aman. Kiper Real Madrid tersebut tetap dianggap sebagai salah satu penjaga gawang terbaik dunia. Pengalamannya di level tertinggi akan sangat penting ketika Belgia menghadapi tekanan di turnamen besar.
Namun kekuatan Belgia tidak hanya terletak pada para pemain senior. Generasi baru mulai menunjukkan potensinya. Nama-nama seperti Johan Bakayoko, Jeremy Doku, Lois Openda, dan Zeno Debast diharapkan menjadi tulang punggung tim dalam beberapa tahun ke depan.
Kecepatan Doku di sisi sayap mampu menciptakan ancaman konstan bagi pertahanan lawan. Openda menawarkan mobilitas dan penyelesaian akhir yang tajam, sedangkan Debast dianggap sebagai salah satu bek muda paling menjanjikan yang dimiliki Belgia saat ini.
Secara permainan, Belgia kemungkinan tetap mengandalkan formasi 4-3-3 yang fleksibel. De Bruyne akan berperan sebagai kreator utama, didukung tenaga dan agresivitas Amadou Onana serta kecerdasan taktis Youri Tielemans di lini tengah.
Di sektor sayap, kecepatan Doku dan Bakayoko dapat menjadi senjata untuk membongkar pertahanan lawan, sementara Lukaku tetap menjadi target utama di kotak penalti.
Meski tidak lagi dipandang sebagai favorit utama seperti pada era 2018, Belgia justru datang ke Piala Dunia 2026 dengan ekspektasi yang lebih realistis. Kondisi tersebut bisa menjadi keuntungan karena tekanan terhadap tim tidak sebesar sebelumnya.
Dengan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda yang terus berkembang, Setan Merah memiliki peluang untuk kembali menjadi salah satu kuda hitam paling berbahaya dalam turnamen.
Belgia juga telah menunjukkan kemampuan mereka dalam mengalahkan Kroasia di laga persahabatan, dengan Youri Tielemans dan Romelu Lukaku menjadi pencetak gol. Kemenangan ini meningkatkan kepercayaan diri tim dan memperlihatkan potensi mereka dalam menghadapi lawan-lawan tangguh di Piala Dunia 2026.
Selain itu, Belgia juga telah memulai langkah untuk meningkatkan kinerja ekspor UMKM ke Belgia, dengan membawa pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari Jawa Timur ke Belgia untuk berpartisipasi dalam pameran dagang.
Kesimpulan, Belgia siap menghadapi Piala Dunia 2026 dengan generasi baru yang siap mengembalikan kejayaan mereka. Dengan perpaduan pemain senior dan talenta muda, Belgia memiliki peluang untuk menjadi salah satu tim yang kuat di turnamen.











