GemaWarta – 03 Mei 2026 | Sassuolo menegaskan diri sebagai raksasa rumah di Mapei Stadium Città del Tricolore pada 3 Mei 2026, saat mengalahkan AC Milan 2-0. Pencapaian utama datang dari Domenico Berardi, yang kembali setelah dua pertandingan skorsing dan mencetak gol pertamanya pada menit kelima. Gol itu menandai gol ke-12nya melawan Milan dalam karier, memperkuat reputasinya sebagai momok tak terhindarkan bagi tim rosso‑neri.
Serangan cepat Berardi dimediasi oleh umpan terobosan Armand Laurienté, dan penyerang Italia menutupnya dengan tendangan dalam kaki kiri yang melengkung ke sudut bawah gawang. Dalam kurang dari lima menit, ia sudah menorehkan catatan luar biasa melawan rivalnya. Penyerangan Sassuolo tidak berhenti di situ; Laurienté menambah keunggulan pada menit 30‑an setelah serangkaian satu‑dua dengan Kristian Thorstvedt, menutup peluang dengan tembakan keras ke sudut dekat. Kedua gol itu memberi Sassuolo keunggulan yang tak tergoyahkan.
Masalah besar muncul bagi Milan ketika bek sayap Fikayo Tomori menerima kartu merah pada menit ke‑24 setelah dua kartu kuning cepat. Keputusan wasit membuat Milan bermain dengan sepuluh pemain selama lebih dari satu jam, memaksa pelatih Stefano Pioli melakukan penyesuaian taktik yang drastis. Akibatnya, penguasaan bola beralih ke Sassuolo dengan persentase 58% dan mereka mencatat empat tembakan tepat sasaran dibandingkan satu saja dari Milan.
Statistik historis menambah konteks penting pertandingan ini. Milan belum terkalahkan dalam delapan pertemuan terakhir mereka di Sassuolo, mencatat enam kemenangan dan dua hasil seri. Namun, catatan tersebut tidak cukup untuk menghalangi dominasi Sassuolo pada malam itu. Berikut ringkasan singkat statistik pertemuan terakhir:
| Musim | Hasil Milan di Sassuolo |
|---|---|
| 2022/23 | 1-0 (Menang) |
| 2023/24 | 2-2 (Seri) |
| 2024/25 | 3-1 (Menang) |
| 2025/26 (hingga pertandingan ini) | 0-2 (Kalah) |
Di luar gol, pertandingan ini menegaskan beberapa dinamika penting dalam klasemen Serie A. Milan masuk ke laga ini di posisi ketiga dengan 67 poin, berusaha menjauhkan Juventus yang berada tiga poin di belakang. Kekalahan ini menurunkan harapan Milan untuk mengamankan tempat otomatis Liga Champions, sementara Juventus kini melihat peluang untuk menutup jarak.
Sassuolo, yang berada di posisi ke‑11 dengan 46 poin, berhasil menambah tiga poin penting, mengokohkan posisi menengah atas mereka. Keberhasilan mereka juga menyoroti kebijakan pelatih Fabio Grosso yang menekankan ketangguhan defensif dan transisi cepat, terutama dengan kembalinya Berardi yang terbukti menjadi ancaman utama bagi lini pertahanan Milan.
Di sisi lain, Milan harus menghadapi masalah cedera serius. Luka Modrić, gelandang senior, dinyatakan absen permanen musim ini akibat patah tulang pipi yang memaksa operasi. Ketiadaan Modrić menambah beban pada pemain muda seperti Ardon Jashari, yang dipaksa masuk sebagai pengganti. Selain itu, Cristiano Pulisic dan Christopher Nkunku mengalami penurunan performa, memaksa pelatih mengandalkan alternatif lain.
Kesimpulannya, pertandingan ini mempertegas status Domenico Berardi sebagai salah satu pemain paling menakutkan bagi AC Milan ketika bermain di rumah lawan. Gol ke‑12nya menambah catatan pribadi melawan klub Italia tersebut dan mengukuhkan reputasinya sebagai penyerang berbahaya di Serie A. Dengan kemenangan 2-0, Sassuolo tidak hanya memperoleh tiga poin penting, tetapi juga mengirimkan sinyal kuat kepada pesaing lain bahwa mereka mampu mengalahkan tim papan atas, bahkan ketika mereka bermain dengan skuad lengkap.











