Bisnis

Buyback Saham Adaro Siapkan Rp 5 Triliun: Langkah Besar yang Bisa Goyang Pasar Modal

×

Buyback Saham Adaro Siapkan Rp 5 Triliun: Langkah Besar yang Bisa Goyang Pasar Modal

Share this article
Buyback Saham Adaro Siapkan Rp 5 Triliun: Langkah Besar yang Bisa Goyang Pasar Modal
Buyback Saham Adaro Siapkan Rp 5 Triliun: Langkah Besar yang Bisa Goyang Pasar Modal

GemaWarta – 19 April 2026 | PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mengumumkan rencana aksi korporasi terbesar dalam sejarahnya: pembelian kembali saham (buyback) senilai maksimal Rp 5 triliun. Keputusan strategis ini akan dibawa ke Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada 22 Mei 2026. Jika mendapat persetujuan, proses buyback dapat dimulai pada 23 Mei 2026 dan berlanjut selama 12 bulan ke depan.

Buyback saham ini bukan sekadar langkah keuangan, melainkan upaya menyeimbangkan nilai pasar saham dengan nilai fundamental perusahaan. Manajemen AADI menekankan bahwa aksi ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan, menstabilkan harga, serta memperkuat kepercayaan investor di tengah volatilitas pasar global. Seluruh dana yang akan digunakan berasal dari kas internal, menegaskan posisi keuangan perusahaan yang tetap solid meskipun berada di sektor pertambangan yang sensitif terhadap harga komoditas.

🔖 Baca juga:
Strategi Ganda PANI dan CBDK di PIK2: Dari Target Marketing Sales Rp4,3 Triliun Hingga Buyback Saham Besar

Rencana ini muncul setelah periode sebelumnya, yakni program buyback 2025 sebesar Rp 4 triliun, tidak terealisasi. Dari 23 Mei 2025 hingga 31 Maret 2026, tidak ada transaksi pembelian kembali saham meskipun sebelumnya telah mendapatkan persetujuan pemegang saham. Keterlambatan tersebut mendorong manajemen untuk menyiapkan alokasi dana lebih besar dan menegaskan komitmen terhadap aksi korporasi ini.

Berikut poin‑poin utama yang menjadi dasar keputusan AADI:

  • Alokasi dana maksimal Rp 5 triliun yang seluruhnya bersumber dari kas internal.
  • Target pembelian tidak melebihi 10% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh, sesuai regulasi OJK.
  • Pelaksanaan melalui Bursa Efek Indonesia di pasar reguler, dengan harga beli tidak lebih tinggi dari transaksi terakhir.
  • Proyeksi peningkatan laba per saham (EPS) dasar dari 0,09762 menjadi 0,10401 setelah penggunaan dana penuh.
  • Perlindungan terhadap kekayaan bersih perusahaan, yang tidak akan turun di bawah batas minimum yang ditetapkan.

Analisis keuangan menunjukkan bahwa meski total aset dan ekuitas akan berkurang sekitar US$292 juta akibat pembelian kembali, efek positif pada EPS dapat meningkatkan daya tarik saham AADI di kalangan institusi dan investor ritel. Selain itu, aksi ini diharapkan dapat menstimulasi permintaan saham di pasar sekunder, menciptakan efek likuiditas yang lebih baik.

🔖 Baca juga:
Pembagian Dividen ADRO 2025: Jadwal Lengkap, Nilai USD 197,5 Juta, dan Dampaknya bagi Investor

Manajemen juga menegaskan bahwa buyback tidak akan mengganggu operasional tambang maupun proyek pengembangan baru. Dana cadangan tetap tersedia untuk mendukung ekspansi, investasi teknologi bersih, dan pemenuhan kewajiban keuangan jangka panjang. Dalam pernyataan resmi, CEO AADI menambahkan, “Buyback Saham Adaro merupakan bukti komitmen kami terhadap nilai pemegang saham dan stabilitas pasar modal Indonesia. Kami yakin langkah ini akan memperkuat posisi kompetitif perusahaan di tengah tantangan industri energi global.”

Strategi ini sejalan dengan tren pasar modal Indonesia, di mana sejumlah emiten besar mengaktifkan program buyback untuk menyesuaikan kapitalisasi pasar dengan nilai intrinsik. Investor menilai aksi tersebut sebagai sinyal positif bahwa perusahaan memiliki surplus kas dan keyakinan akan prospek bisnis jangka panjang.

Jika RUPST memberikan persetujuan, AADI akan melaporkan detail pelaksanaan, termasuk jadwal pembelian, jumlah saham yang dibeli, dan harga rata‑rata transaksi. Informasi tersebut akan dipublikasikan secara berkala melalui laporan tahunan dan pengumuman Bursa Efek Indonesia.

🔖 Baca juga:
Andri Pratiwa Gantikan Ingrid Siburian, Shell Indonesia Fokus pada Bisnis Pelumas setelah Jual 200 SPBU

Secara keseluruhan, rencana Buyback Saham Adaro mencerminkan strategi korporasi yang menggabungkan pengelolaan modal yang hati‑hati dengan upaya meningkatkan nilai bagi pemegang saham. Dengan dukungan kas internal yang kuat, AADI berada pada posisi yang menguntungkan untuk melaksanakan program ini tanpa mengorbankan likuiditas operasional atau rencana ekspansi masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *