Bisnis

Maskapai Penerbangan di Tengah Kenaikan Harga Avtur, Apa yang Terjadi?

×

Maskapai Penerbangan di Tengah Kenaikan Harga Avtur, Apa yang Terjadi?

Share this article
Maskapai Penerbangan di Tengah Kenaikan Harga Avtur, Apa yang Terjadi?
Maskapai Penerbangan di Tengah Kenaikan Harga Avtur, Apa yang Terjadi?

GemaWarta – 03 Juni 2026 | Maskapai-maskapai penerbangan di China akan memangkas biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) untuk rute domestik China Daratan pada tiket yang dijual mulai 5 Juni. Biaya tambahan tersebut akan dipangkas menjadi 80 yuan (1 yuan = Rp2.642) atau sekitar 11,73 dolar AS (1 dolar AS = Rp17.883) per segmen penerbangan untuk rute sejauh 800 kilometer atau kurang, dan menjadi 150 yuan untuk rute yang lebih jauh.

Bayi dibebaskan dari biaya tambahan tersebut, sementara anak-anak, personel militer penyandang disabilitas, dan petugas kepolisian penyandang disabilitas akan memperoleh potongan sebesar 50 persen. Dibandingkan dengan tarif saat ini, biaya tambahan tersebut akan turun sebesar 10 yuan untuk rute sejauh 800 kilometer atau kurang, serta sebesar 20 yuan untuk rute yang lebih jauh.

🔖 Baca juga:
Bayer Gencarkan Raksasa Farmasi: Akuisisi Perfuse Therapeutics Senilai $2,45 Miliar dan Terobosan Obat Stroke

Sementara itu, di Jepang, topan Jangmi menyebabkan aktivitas penerbangan terganggu, dari penutupan bandara sementara hingga pembatalan penerbangan. Maskapai penerbangan All Nippon Airways (ANA) dan Japan Airlines (JAL) membatalkan semua penerbangan dari dan menuju Bandara Haneda di Tokyo serta Bandara Naha di Okinawa untuk keberangkatan Senin (1/6/2026).

Di Inggris, pemerintah merencanakan program baru untuk memasukkan penumpang yang bertindak kasar ke dalam daftar hitam nasional, sehingga mereka tidak akan bisa terbang di pesawat lain. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan penumpang serta awak pesawat.

🔖 Baca juga:
Pertamina Naikkan Harga Pertamax Turbo dan Solar Nonsubsidi, Ini Daftar Lengkapnya

Di Indonesia, pemerintah mengizinkan maskapai domestik mengenakan biaya tambahan bahan bakar maksimal 50 persen dari tarif batas atas kelas ekonomi. Kebijakan ini mulai berlaku efektif sejak 1 Juni 2026 akibat kenaikan harga avtur.

Lion Air melakukan riset untuk memetakan destinasi-destinasi favorit pengguna layanan penerbangan agar bisa menyediakan layanan yang dibutuhkan oleh banyak konsumen semasa harga avtur tinggi. Maskapai berupaya menyediakan layanan penerbangan untuk mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan konsumen tersebut.

🔖 Baca juga:
Harga emas Antam di Pegadaian Sabtu 18 April 2026: Naik Menjadi Rp2.983.000 per Gram

Kesimpulan, maskapai penerbangan di seluruh dunia saat ini menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga avtur. Namun, dengan kebijakan dan strategi yang tepat, mereka berupaya untuk tetap menyediakan layanan yang baik dan aman bagi penumpang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *