Ekonomi

Menteri PU Rampungkan Proyek Strategis, Purbaya Sebut Program MBG dan Kopdes Tak Beri Tekanan ke APBN

×

Menteri PU Rampungkan Proyek Strategis, Purbaya Sebut Program MBG dan Kopdes Tak Beri Tekanan ke APBN

Share this article
Menteri PU Rampungkan Proyek Strategis, Purbaya Sebut Program MBG dan Kopdes Tak Beri Tekanan ke APBN
Menteri PU Rampungkan Proyek Strategis, Purbaya Sebut Program MBG dan Kopdes Tak Beri Tekanan ke APBN

GemaWarta – 07 Juni 2026 | Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah merampungkan pembangunan 222 gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 30 provinsi di seluruh Indonesia. Proyek strategis ini diselesaikan secara cepat guna mendukung perluasan jangkauan program pemenuhan gizi nasional, termasuk menyasar masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan bahwa proyek ini telah selesai dan beberapa di antaranya berlokasi di wilayah 3T. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai program dan proyek pembangunan.

🔖 Baca juga:
Purbaya tolak pinjaman Rp 514 triliun: Fiskal Indonesia Tetap Kuat di Tengah Ketegangan Global

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), tidak memberikan tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia menekankan bahwa program-program tersebut cukup fleksibel dan tidak menutup kemungkinan diefisiensi.

Purbaya juga menyebutkan bahwa defisit APBN masih terjaga di bawah 3% dari produk domestik bruto (PDB) meskipun terdapat program-program tersebut. Ia menambahkan bahwa lembaga pemeringkat global, seperti S&P Ratings, tidak mempertanyakan program-program tersebut dan lebih memperhatikan sentimen negatif di pasar.

🔖 Baca juga:
Purbaya Janjikan Tanpa Kenaikan Pajak Sampai Ekonomi Capai 6% – Restitusi PPN Diperketat untuk Jaga Kas Negara

Di sisi lain, Purbaya menyatakan bahwa para perajin tahu dan tempe terpaksa menanggung kenaikan biaya produksi akibat pelemahan rupiah. Ia menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar rupiah memiliki dampak besar terhadap biaya produksi sejumlah komoditas yang masih bergantung pada bahan baku impor.

Dengan sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang lebih erat, pemerintah berharap nilai tukar rupiah menjadi lebih stabil. Stabilitas tersebut diyakini dapat membantu menekan biaya impor bahan baku sehingga meringankan beban pelaku usaha sekaligus menjaga harga kebutuhan pokok tetap terjangkau.

🔖 Baca juga:
Suspensi BEI atas Lonjakan Spektakuler Saham WBSA: Harga Meroket 691% di Tengah Gejolak Rupiah dan Minyak

Menurut Purbaya, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha kecil, tetapi juga oleh rumah tangga yang selama ini terdampak kenaikan harga berbagai kebutuhan akibat tekanan kurs. Ia menilai bahwa stabilitas rupiah akan membantu menjaga daya beli masyarakat sehingga beban hidup tidak meningkat secara signifikan.

Dalam kesimpulan, pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai program dan proyek pembangunan. Dengan sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang lebih erat, diharapkan nilai tukar rupiah menjadi lebih stabil dan membantu menekan biaya impor bahan baku sehingga meringankan beban pelaku usaha dan menjaga harga kebutuhan pokok tetap terjangkau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *