GemaWarta – 22 Juli 2026 | Pemerintah memastikan bahwa pasokan batu bara untuk PT PLN (Persero) aman dan tidak akan terganggu oleh relaksasi rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) batu bara. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah telah memprioritaskan pasokan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri, termasuk untuk pembangkit listrik.
Menurut Bahlil, relaksasi RKAB batu bara bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan batu bara. Pemerintah telah menetapkan kuota produksi batu bara sebesar 600 juta ton untuk tahun 2026, yang lebih rendah dari realisasi tahun 2025 sebesar 790 juta ton.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memastikan bahwa kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik telah terpenuhi. PLN membutuhkan sekitar 152 juta ton batu bara per tahun, dan pemerintah telah memberikan penugasan lebih dari 200 juta ton batu bara kepada para pengusaha batu bara.
Darmawan juga menambahkan bahwa PLN sedang melakukan kontrak dengan para pemasok batu bara untuk memenuhi kebutuhan batu bara dengan spesifikasi yang sesuai dengan pembangkit listrik. Pemerintah telah memprioritaskan pasokan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri, termasuk untuk sektor kelistrikan dan industri.
Penetapan kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik dilakukan oleh pemerintah melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba). Ditjen Minerba menetapkan perusahaan tambang yang mendapat penugasan untuk memasok batu bara kepada pembangkit listrik.
Di akhir, pemerintah dan PLN memastikan bahwa pasokan batu bara untuk pembangkit listrik aman dan tidak akan terganggu oleh relaksasi RKAB batu bara. Pemerintah akan terus memantau pasokan batu bara untuk memastikan kebutuhan dalam negeri terpenuhi.











