OLAHRAGA

Drama Menit Akhir: Tottenham vs Brighton Goyang Rezim Degradasi

×

Drama Menit Akhir: Tottenham vs Brighton Goyang Rezim Degradasi

Share this article
Drama Menit Akhir: Tottenham vs Brighton Goyang Rezim Degradasi
Drama Menit Akhir: Tottenham vs Brighton Goyang Rezim Degradasi

GemaWarta – 19 April 2026 | Tottenham Hotspur harus menelan kepahitan setelah menahan imbang 2-2 melawan Brighton & Hove Albion pada laga ke-33 Premier League yang berlangsung di Tottenham Hotspur Stadium. Pertandingan yang semula tampak menguntungkan bagi Spurs berbalik drastis ketika Georginio Rutter mencetak gol penyeimbang pada menit tambahan pertama, mengamankan satu poin bagi Brighton dan menambah tekanan pada Tottenham yang kini berada di zona degradasi.

Serangan awal Brighton dimulai dengan gol cepat dari Pedro Porro yang memanfaatkan ruang di sisi kanan sebelum melepaskan tembakan ke sudut atas gawang. Tottenham berhasil menyamakan kedudukan tak lama kemudian lewat gol balasan Kaoru Mitoma, menandai balasan cepat yang membuat atmosfer stadion menjadi sangat tegang.

🔖 Baca juga:
Liam Delap Terpuruk dalam Kebuntuan Gol: Apa Penyebab dan Harapan Chelsea Mengembalikan Formanya?

Puncak drama terjadi pada menit ke-77 ketika Xavi Simons, pemain muda berbakat yang baru saja menandatangani kontrak senilai £52 juta, menembakkan bola ke tiang gawang lawan dan berhasil menyalurkan bola ke dalam jaringan. Simons, yang tampak sangat emosional, bahkan melepas bajunya dalam sorakan kegembiraan, mengira gol tersebut akan menjadi penentu kemenangan. Namun, euforia itu bersifat sementara.

Di babak tambahan, Brighton menekan kembali. Pada menit ke-95, Georginio Rutter memanfaatkan kesalahan defensif Tottenham dengan mengumpan silang yang tepat ke dalam kotak penalti. Rutter menanduk bola ke dalam gawang, menjebol jaringan Tottenham dan mengubah hasil akhir menjadi imbang 2-2. Gol tersebut menambah beban mental pada pemain Spurs, yang harus menahan serangan lebih lanjut hingga peluit akhir.

Reaksi pelatih Brighton, Fabian Hurzeler, menegaskan kekecewaan atas hasil yang tidak maksimal. “Kami ingin lebih dari sekadar satu poin, terutama setelah bermain di Tottenham Hotspur Stadium,” ujarnya kepada Sky Sports. “Kami menciptakan peluang dua kali dan seharusnya dapat mengamankan kemenangan.”

🔖 Baca juga:
Roberto De Zerbi Rancang Formasi Baru Tottenham: Tantangan Tanpa Dua Pilar Utama

Sementara itu, situasi liga Spurs semakin menanjak. Dengan lima pertandingan tersisa, Tottenham berada satu poin di belakang West Ham yang masih memiliki satu pertandingan tambahan, serta dua poin di belakang Nottingham Forest yang juga memiliki selisih satu pertandingan. Analisis para pakar menggarisbawahi bahwa kegagalan Spurs untuk meraih kemenangan pada laga ini dapat menempatkan mereka pada risiko empat poin di belakang zona aman pada minggu mendatang.

Masalah cedera yang melanda Tottenham juga menjadi faktor penting. James Maddison, yang sejak awal musim menjadi pemain reguler, terpaksa berada di bangku cadangan untuk pertama kalinya musim ini. Kondisi fisik pemain kunci seperti Harry Kane, Son Heung-min, dan Cristian Romero terus menjadi pertanyaan, menambah keraguan tentang kemampuan tim untuk bangkit dalam sisa pertandingan.

Para pengamat menilai bahwa jadwal sisa Tottenham cukup menantang. Mereka harus menghadapi Leeds United di kandang, Wolves secara tandang, serta pertempuran penting melawan Chelsea. Prediksi sebagian besar analis memperkirakan Spurs hanya mampu mengumpulkan tiga poin dari lima pertandingan terakhir, sebuah hasil yang tidak cukup untuk keluar dari zona degradasi.

🔖 Baca juga:
Dominic Calvert-Lewin Puas Leeds Menang, Tetap Fokus pada Misi Survival Premier League
  • Skor akhir: Tottenham 2-2 Brighton
  • Penyerang Tottenham yang mencetak gol: Xavi Simons (77′)
  • Penyerang Brighton yang mencetak gol penyeimbang: Georginio Rutter (95+’)
  • Poin Spurs setelah laga: 31 poin (posisi 18)
  • Jarak dari zona aman: 1 poin dari West Ham, 2 poin dari Nottingham Forest

Dengan tekanan yang terus meningkat, Tottenham harus mencari cara untuk mengoptimalkan sisa peluang mereka. Keputusan taktis, manajemen cedera, serta konsistensi performa pemain kunci akan menjadi penentu utama dalam upaya mereka menghindari degradasi. Bagi para pendukung, harapan masih terbuka, namun waktu semakin sempit untuk mengubah nasib klub di puncak sepak bola Inggris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *