GemaWarta – 10 Juni 2026 | Pasar keuangan Indonesia tengah menghadapi salah satu periode terberat sejak krisis pandemi Covid-19. Dalam beberapa bulan terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah sama-sama mengalami tekanan hebat.
Fenomena ini memunculkan istilah baru di kalangan pelaku pasar global yang disebut “Sell Indonesia”. Meski pada Selasa (9/6) kemarin IHSG berhasil bangkit dengan lonjakan 7,57% ke level 5.746,65, penguatan tersebut belum mampu menghapus luka dalam yang telah terjadi sejak awal tahun.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG masih terkoreksi 33,54% secara tahun berjalan (year to date/ytd). Bahkan sebelum rebound tersebut, indeks sempat terjun ke kisaran 5.300 dan kehilangan hampir 40% nilainya dari level puncak.
Kondisi itu menempatkan pasar saham Indonesia sebagai salah satu yang terburuk di dunia. Data perbandingan bursa global menunjukkan, IHSG mencatat penurunan terdalam di kawasan ASEAN dan termasuk yang paling buruk secara global sepanjang tahun berjalan.
Sementara itu, di bidang pariwisata, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menyambut baik penambahan konektivitas internasional menuju wilayah itu, khususnya penerbangan rute Singapura-Lombok yang naik secara signifikan dari semula 4 kali kini menjadi 10 kali dalam seminggu.
Menurut Iqbal, hasil manis ini merupakan buah dari diplomasi dan kerja keras yang panjang demi mendongkrak pariwisata dan ekonomi daerah. “Dengan penambahan ini, Lombok resmi mengukuhkan posisinya sebagai destinasi dengan frekuensi penerbangan tertinggi dari Singapura di luar Pulau Jawa dan Bali,” ujarnya.
Di bidang olahraga, pelatih Vietnam Kim Sang-sik memantau langsung pertandingan Timnas Indonesia melawan Mozambik di SUGBK. Juru taktik Timnas Indonesia John Herdman menegaskan bahwa komposisi pemain yang disaksikan oleh pelatih asal Korea Selatan tersebut merupakan sebuah kamuflase.
Skuad malam itu didominasi oleh pilar-pilar utama yang berkarier di kompetisi Eropa. Peta kekuatan sesungguhnya untuk turnamen Asia Tenggara justru akan dihuni oleh wajah-wajah baru dari kompetisi domestik.
Kesimpulan, pasar keuangan Indonesia tengah menghadapi tekanan hebat, sementara di bidang pariwisata, NTB berhasil menambah konektivitas internasional. Di bidang olahraga, Timnas Indonesia siap menghadapi turnamen Asia Tenggara dengan skuad yang baru.











