GemaWarta – 11 Juni 2026 | Saham-saham di Indonesia terus menunjukkan kinerja yang kuat meskipun dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global. PT Metrodata Electronics Tbk. (MTDL) misalnya, memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp331,5 miliar atau setara 40,7% dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta.
Presiden Direktur MTDL Susanto Djaja mengatakan bahwa konsistensi pembagian dividen merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham. Menurutnya, MTDL tetap mampu memberikan imbal hasil yang menarik bagi investor melalui kombinasi pertumbuhan bisnis dan pembagian dividen secara rutin.
Sementara itu, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga membagikan dividen tunai sebesar Rp 5,04 triliun atau setara 70% dari laba bersih Tahun Buku 2025. Keputusan ini disetujui dalam RUPST 2026 ANTM yang digelar pada Rabu (10/6). Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa nilai dividen yang akan dibagikan mencapai Rp 210 per saham.
Di sisi lain, Grup Sinar Mas melalui PT Inti Mas Bangun Sejahtera (IMBS) berencana mengakuisisi saham emiten telekomunikasi PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) dengan nilai maksimal Rp 520,09 miliar. Akuisisi ini dilakukan dalam rangka pengambilalihan saham perusahaan sasaran dan menjadi pengendali perusahaan sasaran.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini berada pada level yang menarik. Penilaian tersebut didukung oleh valuasi pasar yang relatif lebih rendah dibandingkan rata-rata historis maupun pasar regional, serta membaiknya kinerja emiten. Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan bahwa kinerja emiten pada kuartal I-2026 menunjukkan tren yang positif.
Friderica juga menegaskan bahwa OJK akan terus melakukan penegakan hukum secara konsisten guna menjaga integritas sektor jasa keuangan. Melalui berbagai agenda prioritas tersebut, OJK berupaya memastikan sektor jasa keuangan tetap stabil dan resilien, sekaligus semakin produktif serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Kesimpulan, emiten-emiten Indonesia terus menunjukkan kinerja yang kuat meskipun dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global. Dengan pembagian dividen yang konsisten dan akuisisi strategis, perseroan-perseroan ini siap menghadapi tantangan ekonomi global dan memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham.











