GemaWarta – 13 Juni 2026 | Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Barat (Jabar) 2026 kembali menuai sorotan. Situs resmi SPMB Jabar dilaporkan mengalami gangguan saat pengumuman hasil Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) yang dijadwalkan tayang pada Sabtu 13 Juni 2026 pukul 13.00 WIB.
Halaman tersebut tidak bisa diakses pengguna sejak pukul 13.00 WIB. Belum ada tanggapan apapun dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X (Cadisdik X) Provinsi Jawa Barat.
Bahkan di halaman bersangkutan, tertera pengumuman yang menjelaskan bahwa ‘konektivitas layanan terhambat’. Masalah yang terjadi saat ini, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan (Uniku), Dr Asep Jejen Jaelani MPd angkat bicara.
Orang tua calon murid juga mengaku kesulitan mengakses situs web resmi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Dinas Pendidikan Jawa Barat. Gangguan tersebut membuat para orang tua tidak bisa segera mengetahui hasil pemetaan sekolah anak mereka.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan penjelasan bahwa Pemprov Jawa Barat menjamin biaya pendidikan bagi siswa yang tidak lolos SPMB SMA/SMK negeri. Siswa dari keluarga kurang mampu tetap bisa bersekolah di sekolah swasta secara gratis dengan dukungan pembiayaan dari Pemprov Jabar.
Dedi menegaskan bahwa luapan kemarahan orang tua yang anaknya tidak lolos SPMB di masa Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) SMA/SMK negeri bukanlah kesalahan warga, melainkan potret kegagalan pemerintah dalam menyediakan fasilitas pendidikan yang merata.
SMKN 2 Jepara juga membuka penerimaan murid baru sebanyak 540 siswa, dengan kuota besar bagi calon murid yang memiliki minat dan bakat di bidang seni rupa serta desain dan produksi kriya.
Dalam menghadapi keterbatasan daya tampung SMA/SMK negeri, Pemprov Jawa Barat menggaransi aspek finansial bagi warga terdampak, khususnya dari klaster ekonomi rentan agar tetap bisa bersekolah di sektor privat (swasta).
Kesimpulan dari permasalahan SPMB Jabar ini adalah bahwa pemerintah perlu meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan di Jawa Barat, serta memperbaiki sistem penerimaan murid baru untuk menghindari kesulitan bagi calon murid dan orang tua.











