Bisnis

IHSG Menguat, Saham BUMI dan BRMS Diburu Investor

×

IHSG Menguat, Saham BUMI dan BRMS Diburu Investor

Share this article
IHSG Menguat, Saham BUMI dan BRMS Diburu Investor
IHSG Menguat, Saham BUMI dan BRMS Diburu Investor

GemaWarta – 13 Juni 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan reli penguatannya hingga akhir perdagangan sesi I, Jumat, 12 Juni 2026. Indeks berhasil menembus level psikologis 6.000 setelah ditopang mayoritas saham yang bergerak di zona hijau. IHSG ditutup di level 6.043 pada sesi pertama atau melonjak 157,520 poin setara 2,68 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Mengutip data Phintraco Sekuritas, aktivitas perdagangan juga terbilang ramai. Nilai transaksi mencapai Rp11,80 triliun dengan volume perdagangan sebesar 20,02 miliar saham dan frekuensi transaksi mencapai 1,31 juta kali. Penguatan IHSG didorong oleh dominasi saham yang bergerak di zona hijau. Sejumlah sektor mencatat kenaikan signifikan, terutama sektor bahan baku atau basic materials yang melonjak 5,76 persen.

🔖 Baca juga:
Osaka Steel Tutup Pabrik di Indonesia, Alarm Keras bagi Industri Baja Nasional

Kemudian disusul sektor energi yang menguat 5,24 persen dan sektor industri yang naik 4,34 persen. Sebaliknya, sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang tercatat melemah dengan penurunan sebesar 0,92 persen. Dari kelompok saham unggulan LQ45, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menjadi top gainer setelah melesat 13,58 persen ke level 4.850.

Kenaikan juga terjadi pada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang naik 13,57 persen ke level 159 serta PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang menguat 12,24 persen ke level 330. Sementara itu, saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) menjadi top loser di indeks LQ45 setelah terkoreksi 1,92 persen ke level 2.560. Adapun saham PT Indosat Tbk (ISAT) turun 1,32 persen ke posisi 1.870.

Pada kelompok Jakarta Islamic Index (JII), saham BUMI kembali menjadi pemimpin penguatan dengan kenaikan 13,57 persen. Disusul PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang melesat 13,54 persen dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) yang naik 13,22 persen. Dari sisi nilai transaksi, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan nilai transaksi terbesar.

🔖 Baca juga:
IHSG Melemah di Awal Pekan: Prediksi Hari Senin dan Rekomendasi Saham Pilihan dari ADRO hingga SRTG

Saham tersebut naik 4,20 persen ke level 1.860. Selanjutnya ada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang menguat 4,29 persen ke level 6.075 dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang naik 1,05 persen ke level 2.880. Sementara berdasarkan volume perdagangan, saham BUMI menjadi yang paling ramai diperdagangkan dan melonjak 13,57 persen.

PT Medco Energi Internasional Tbk juga mencatatkan kenaikan signifikan pada perdagangan hari ini. Perusahaan ini mengalokasikan biaya dengan dua anak usahanya terkait proyek migrasi sistem Enterprise Resources Planning (ERP) ke platform SAP S/4HANA. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menjadi sorotan investor setelah mencatat kenaikan signifikan.

Kedua saham ini menjadi top gainer di indeks LQ45 dan Jakarta Islamic Index (JII). Penguatan saham BUMI dan BRMS didorong oleh kenaikan harga komoditas dan sentimen positif dari investor. IHSG diperkirakan akan terus menguat pada perdagangan selanjutnya, didorong oleh kenaikan harga komoditas dan sentimen positif dari investor.

🔖 Baca juga:
Saham Bumi Serpong Damai (BSDE) Didepak dari MSCI, Apa Prospeknya?

Kenaikan IHSG juga didorong oleh penguatan sektor bahan baku, energi, dan industri. Sebaliknya, sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang tercatat melemah. Dengan demikian, IHSG diprediksi akan terus menguat pada perdagangan selanjutnya, didorong oleh kenaikan harga komoditas dan sentimen positif dari investor.

Kesimpulan, IHSG melanjutkan reli penguatannya hingga akhir perdagangan sesi I, Jumat, 12 Juni 2026. Indeks berhasil menembus level psikologis 6.000 setelah ditopang mayoritas saham yang bergerak di zona hijau. Penguatan IHSG didorong oleh dominasi saham yang bergerak di zona hijau, terutama sektor bahan baku, energi, dan industri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *