GemaWarta – 15 Juni 2026 | Umat Islam akan segera menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang ditandai dengan datangnya bulan Muharram. Bulan pertama dalam kalender Hijriah ini memiliki kedudukan istimewa karena termasuk salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT.
Selain menjadi momentum pergantian tahun, bulan Muharram juga identik dengan berbagai amalan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan, salah satunya adalah puasa sunnah Muharram. Puasa 1 Muharram 2026 jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026.
Menurut Buya Yahya, tidak terdapat dalil yang secara khusus menganjurkan puasa pada 1 Muharram. Meski demikian, puasa 1 Muharram tetap diperbolehkan dan tidak termasuk amalan yang dilarang dalam Islam. Umat Islam diperbolehkan menjalankan puasa sunnah kapan saja kecuali pada hari-hari yang dilarang untuk berpuasa.
Niat puasa 1 Muharram 1448 H adalah نَوَيْتُ صَوْمَ الشَّهْرِ الْمُحَرَّمِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى, yang artinya “Aku niat berpuasa bulan Muharram sunnah karena Allah Ta’ala”.
Di bulan Muharram, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan. Beberapa amalan yang dianjurkan adalah puasa sunnah, salat tasbih, dan membaca Ayat Kursi.
Buya Yahya menyarankan umat Islam untuk memperbanyak puasa sunnah serta berzikir sebagai amalan utama di bulan Muharram. Gus Baha menganjurkan pelaksanaan salat tasbih empat rakaat untuk memohon pengampunan atas dosa lama maupun dosa baru.
Dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, umat Islam diharapkan dapat memanfaatkan bulan Muharram dengan memperbanyak ibadah dan melakukan muhasabah diri. Dengan demikian, diharapkan umat Islam dapat meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT dan memperoleh pahala yang besar.
Kesimpulan, puasa 1 Muharram 2026 adalah salah satu amalan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan di bulan Muharram. Dengan memperbanyak puasa sunnah, salat tasbih, dan membaca Ayat Kursi, umat Islam dapat memperoleh pahala yang besar dan meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT.











