GemaWarta – 24 Juli 2026 | Bulan Safar, yang jatuh pada 16 Juli 2026 hingga 14 Agustus 2026, sering kali dianggap sebagai bulan sial oleh sebagian masyarakat. Namun, pandangan ini tidak sepenuhnya benar. Dalam ajaran Islam, Bulan Safar sebenarnya merupakan bulan yang penuh dengan berkah dan kesempatan untuk memperkuat iman.
Menurut Kementerian Agama, 1 Safar 1448 H jatuh pada hari Kamis, 16 Juli 2026. Bulan ini memiliki banyak peristiwa bersejarah penting, termasuk hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah. Nama Bulan Safar sendiri berasal dari kata ‘safaral makanu’, yang berarti ‘rumah-rumah mereka kosong dari para penghuninya’.
Di kalangan masyarakat Jawa, Bulan Safar kerap dihubungkan dengan mitos bulan sial dan banyak bencana. Namun, Rasulullah SAW membantah mitos tersebut dan bahkan menyelenggarakan acara penting, seperti menggelar acara pernikahan di bulan Safar. Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada penyakit menular, tidak ada ramalan buruk, tidak ada kesialan karena burung hammah, tidak ada sial bulan Safar.
Islam mendasarkan ajarannya pada tauhid (keyakinan kepada satu Tuhan yang Maha Esa) dan mengajarkan kebenaran serta akhlak yang baik. Dalam khutbah Jumat, tema meraih berkah di Bulan Safar dapat menjadi pilihan khatib untuk menepis mitos dan anggapan Safar sebagai bulan sial.
Umat Muslim dapat memanfaatkan Bulan Safar sebagai momentum untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. Dengan memperkuat amal saleh dan memperkokoh hubungan dengan Allah, umat Muslim dapat meningkatkan kesadaran bahwa apa pun yang terjadi dalam kehidupan merupakan kehendak Allah.
Dalam konteks ini, peringatan Hari Raya Asadha atau Asalha Mahapuja 2570 BE juga akan dimeriahkan dengan kirab yang berlangsung dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur pada Minggu, 26 Juli 2026. Oleh karena itu, selama pelaksanaan kirab, jalur penghubung situs Buddha di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, itu bakal ditutup bagi pengguna kendaraan bermotor.
Kesimpulan, Bulan Safar bukanlah bulan sial, melainkan bulan yang penuh dengan berkah dan kesempatan untuk memperkuat iman. Umat Muslim dapat memanfaatkan bulan ini untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt, serta meningkatkan kesadaran bahwa apa pun yang terjadi dalam kehidupan merupakan kehendak Allah.











