GemaWarta – 16 Juni 2026 | Tim Payne, bek kanan Selandia Baru, mendapat kritik pedas dari pakar sepak bola, Lutz Pfannenstiel. Ia menyebut Payne sebagai “salah satu yang terburuk di tim” dan mengatakan bahwa kemampuan Payne sangat terbatas. Namun, Payne tetap menjadi bintang media sosial dengan 5,8 juta pengikut di Instagram.
Payne membuat debut Piala Dunia melawan Iran dan bermain dengan Solid, namun tidak mampu membawa Selandia Baru meraih kemenangan. Ia diganti pada menit ke-77 dan Selandia Baru akhirnya bermain imbang 2-2 melawan Iran.
Pelatih Selandia Baru, Darren Bazeley, mengatakan bahwa timnya memiliki perubahan besar dalam gaya permainan dan lebih mengutamakan penguasaan bola. Ia juga mengatakan bahwa Elijah Just, pemain sayap Selandia Baru, memiliki potensi besar dan dapat menjadi pemain yang berpengaruh di Piala Dunia.
Selandia Baru berpartisipasi di Piala Dunia untuk ketiga kalinya setelah tahun 1982 dan 2010. Mereka harus melepaskan stigma masa lalu bahwa salah satu pemain pernah menjadi penggembala domba dan yang lain mekanik mobil. Namun, kini mereka memiliki tim yang kuat secara fisik dan besar, yang bekerja sangat keras.
Dalam pertandingan melawan Iran, Selandia Baru unggul 1-0 dan 2-1, namun Iran dapat menyamakan kedudukan pada menit ke-64. Pertandingan berakhir dengan skor 2-2 dan Selandia Baru harus berbagi poin dengan Iran.
Kritik pedas terhadap Tim Payne tidak menghentikan langkahnya untuk menjadi bintang Piala Dunia. Ia tetap menjadi pemain yang berpengaruh dan dapat membawa Selandia Baru meraih kemenangan di pertandingan selanjutnya.











