GemaWarta – 16 Juni 2026 | Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu dan sekitarnya, pada Selasa, 16 Juni 2026. Gempa ini menyebabkan kerusakan pada rumah warga, fasilitas umum, fasilitas ibadah, serta infrastruktur jalan dan jembatan di beberapa wilayah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa gempa ini telah menyebabkan korban luka dan kerusakan pada beberapa bangunan. Data sementara menunjukkan sedikitnya 45 kepala keluarga (KK) atau 109 jiwa terdampak, dengan 24 warga mengalami luka ringan dan delapan warga mengalami luka berat.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memastikan keselamatan masyarakat usai gempa. Ia juga meminta pembangunan tenda layanan darurat dan dapur umum di lokasi terdampak.
Di Kabupaten Parigi Moutong, sebanyak 15 rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa. Sementara itu, di Kampus Universitas Tadulako (Untad) Palu, beberapa bangunan mengalami kerusakan, termasuk Gedung Rektorat, Gedung Media Center, dan Auditorium.
BPBD Sulawesi Tengah terus melakukan pendataan dan asesmen lapangan, serta berkoordinasi dengan BMKG, pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, tenaga kesehatan, dan seluruh unsur terkait guna memastikan penanganan berlangsung cepat, terpadu, dan tepat sasaran.
Untuk mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi akibat gempa susulan, rumah sakit diminta menyiapkan tenda-tenda pelayanan darurat di area terbuka atau halaman rumah sakit guna menjamin keselamatan pasien, tenaga kesehatan, dan masyarakat yang membutuhkan layanan medis.
Warga diimbau untuk tetap waspada dan tidak panik, serta memperhatikan informasi terkini dari pemerintah dan otoritas berwenang.
Kesimpulan: Gempa Palu dengan magnitudo 6,7 telah menyebabkan kerusakan dan korban, namun upaya penanganan dan evakuasi sedang dilakukan oleh pemerintah dan otoritas berwenang. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memperhatikan informasi terkini.











