GemaWarta – 19 Juni 2026 | Umat Islam di seluruh dunia telah memasuki tahun baru Hijriyah 1448 H, yang menandai dimulainya lembaran baru dalam kalender Islam. Pergantian tahun ini bukan hanya sekadar pergantian angka tahun, tetapi juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri atas perjalanan hidup yang telah dilalui.
Pergantian tahun Hijriah mengingatkan bahwa waktu terus berjalan dan setiap manusia memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki diri dari waktu ke waktu. Dalam khutbah Jumat tentang Tahun Baru Hijriyah, salah satu pesan utama yang dapat disampaikan adalah pentingnya menjadikan pergantian tahun sebagai sarana memperbaiki kualitas keimanan dan ketakwaan.
Berbeda dengan berbagai perayaan pergantian tahun yang identik dengan hiburan, Tahun Baru Hijriah mengandung nilai spiritual yang mendalam karena mengajak umat Islam untuk mengevaluasi diri dan memperbanyak amal saleh. Tahun Baru Hijriah memiliki hubungan erat dengan peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah.
Peristiwa tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam sekaligus awal dimulainya penanggalan Hijriah. Oleh karena itu, pergantian tahun Islam selalu menjadi momentum untuk mengenang perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat dalam menegakkan ajaran Islam dengan penuh kesabaran, pengorbanan, dan keteguhan iman.
Memasuki pekan pertama Muharram, kaum Muslimin dianjurkan memperbanyak amal saleh dan mempersiapkan diri menyambut hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Bagi umat Islam laki-laki di hari Jumat diwajibkan untuk menunaikan Shalat Jumat. Menjadi kesempatan ditengah anjuran meningkatkan amal ibadah di bulan Muharram bersamaan dengan keutamaan juga di hari Jumat.
Banyak peristiwa penting yang terjadi pada hari tersebut, di antaranya keselamatan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun serta berlabuhnya kapal Nabi Nuh AS setelah peristiwa banjir besar. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh dan mempersiapkan diri menyambut hari Asyura dengan penuh iman dan ketakwaan.
Kesimpulan, Tahun Baru Hijriyah 1448 H menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk melakukan muhasabah dan meningkatkan kualitas keimanan. Dengan memperbanyak amal saleh dan mempersiapkan diri menyambut hari Asyura, umat Islam dapat meningkatkan ketakwaan dan memperoleh ridha Allah SWT.











