Bisnis

Indofood Sukses Makmur Tbk Membukukan Pendapatan Rp 65,53 Triliun pada Semester I-2026

×

Indofood Sukses Makmur Tbk Membukukan Pendapatan Rp 65,53 Triliun pada Semester I-2026

Share this article
Indofood Sukses Makmur Tbk Membukukan Pendapatan Rp 65,53 Triliun pada Semester I-2026
Indofood Sukses Makmur Tbk Membukukan Pendapatan Rp 65,53 Triliun pada Semester I-2026

GemaWarta – 04 Agustus 2026 | PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan entitas anaknya, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, membukukan penjualan neto konsolidasi sebesar Rp 65,53 triliun hingga 30 Juni 2026 atau meningkat 9 persen dibandingkan Rp 59,84 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Seiring pertumbuhan penjualan, laba usaha Indofood naik 14 persen menjadi Rp 13,29 triliun dari Rp 11,69 triliun, dengan marjin laba usaha tetap terjaga di kisaran 20,3 persen. Meski demikian, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 19 persen menjadi Rp 4,72 triliun dari Rp 5,84 triliun pada semester pertama tahun lalu.

🔖 Baca juga:
Guru Kelas Membuat Pantri Makanan untuk Siswa, Karya yang Akan Bertahan Lebih Lama dari Karirnya

Penurunan tersebut terutama disebabkan meningkatnya rugi selisih kurs yang belum terealisasi dari kegiatan pendanaan seiring pelemahan nilai tukar rupiah. Di sisi lain, core profit yang mencerminkan kinerja operasional Perseroan meningkat 7 persen menjadi Rp 6,18 triliun dibandingkan Rp 5,78 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim mengatakan, di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung, Perseroan mampu membukukan kinerja yang solid pada semester pertama 2026.

Sementara itu, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk membuka peluang karir yang menarik bagi para pencari kerja di Tanah Air. Perusahaan solusi pangan terbesar di Indonesia ini menyiapkan 246 posisi lowongan kerja yang terbuka lebar untuk berbagai tingkat pendidikan.

Lowongan kerja tersebut terbuka bagi kandidat dari latar belakang pendidikan SMA/SMK, D3, D4/S1, dan S2. Para kandidat yang lolos seleksi akan ditempatkan di berbagai fasilitas operasional PT Indofood yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk wilayah Makassar.

🔖 Baca juga:
Delisting SRIL: Nasib Miliaran Dana Lo Kheng Hong dan Investor Lain Terancam

PT Indofood Sukses Makmur Tbk adalah perusahaan total food solutions terbesar di Indonesia yang didirikan pada 14 Agustus 1990. Didirikan oleh Sudono Salim, perusahaan ini awalnya bernama PT Panganjaya Intikusuma sebelum resmi berganti nama menjadi PT Indofood Sukses Makmur Tbk pada 5 Februari 1994.

Merupakan bagian dari Salim Group, Indofood beroperasi di seluruh tahap manufaktur makanan, mulai dari pengolahan bahan baku hingga memproduksi produk konsumen bermerek terkenal seperti mie instan (Indomie), susu, makanan ringan, dan bumbu.

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk juga membukukan penjualan neto yang tumbuh 11 persen menjadi Rp 41,86 triliun dibandingkan Rp 37,60 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Laba usaha naik 8 persen menjadi Rp 9,15 triliun dari Rp 8,48 triliun di semester pertama tahun lalu, dan marjin laba usaha tetap sehat di kisaran 21,9 persen.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 33 persen menjadi Rp 3,70 triliun dari Rp 5,54 triliun pada semester pertama tahun lalu. Turunnya laba bersih ini juga terjadi imbas meningkatnya rugi selisih kurs akibat melemahnya nilai tukar rupiah.

🔖 Baca juga:
Dunia Semut yang Luar Biasa: Dari Semut Pembuat Madu hingga Semut yang Dipaksa untuk Hidup Lebih Lama

Di tengah ketidakpastian pasar yang masih penuh ketidakpastian, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk tetap waspada. Perusahaan akan terus menyelaraskan produksi dengan kebutuhan pasar serta mengelola biaya secara efektif dan efisien untuk menjaga profitabilitas dan arus kas.

Kesimpulan, PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk membukukan kinerja yang solid pada semester pertama 2026, dengan penjualan neto yang tumbuh dan laba usaha yang naik. Namun, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun akibat meningkatnya rugi selisih kurs. Perusahaan tetap waspada di tengah ketidakpastian pasar dan akan terus mengelola biaya secara efektif dan efisien untuk menjaga profitabilitas dan arus kas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *