GemaWarta – 21 Juni 2026 | Partai Demokrat menilai posisi politik PDI Perjuangan (PDIP) terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto belum terlihat secara tegas. Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan, yang terpenting bukan sekadar mendukung atau tidak mendukung pemerintah, melainkan bagaimana sikap tersebut dikomunikasikan secara jelas dan tercermin dalam tindakan politik sehari-hari.
Menurut Herzaky, masyarakat berhak mengetahui secara terang apakah PDIP berada di dalam pemerintahan atau mengambil posisi sebagai penyeimbang dari luar. Herzaky mengakui masih banyak pihak yang mempertanyakan posisi PDIP. Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid juga meminta PDIP untuk mengambil sikap yang lebih tegas terhadap pemerintahan.
PDIP sendiri telah menyatakan bahwa mereka akan menjadi kekuatan penyeimbang di luar pemerintahan. Namun, Herzaky mengatakan bahwa pernyataan tersebut perlu tercermin secara konsisten dalam praktik politik sehari-hari agar tidak menimbulkan tafsir yang berbeda-beda di tengah masyarakat.
Sementara itu, cucu Bung Karno, Romy Soekarno, menghadiri Haul ke-56 Bung Karno di Blitar. Dalam kesempatan tersebut, Romy mengajak generasi muda untuk beradaptasi di era digital sekaligus meneladani ajaran Trisakti Bung Karno.
PDIP sebagai partai berlambang moncong putih ini memang memiliki peran penting dalam politik nasional. Dengan keputusan mereka untuk menjadi kekuatan penyeimbang, diharapkan mereka dapat menjalankan fungsi kontrol dengan efektif dan membantu menjaga keseimbangan dalam sistem demokrasi.
Karena itu, diharapkan PDIP dapat menjelaskan posisi politiknya secara jelas dan konsisten, sehingga masyarakat dapat memahami dengan baik peran dan tujuan partai ini dalam mendukung atau mengkritik pemerintahan.









