Politik

Prabowo Diprediksi Belum Akan Reshuffle Kabinet Jelang HUT RI Ke-81

×

Prabowo Diprediksi Belum Akan Reshuffle Kabinet Jelang HUT RI Ke-81

Share this article
Prabowo Diprediksi Belum Akan Reshuffle Kabinet Jelang HUT RI Ke-81
Prabowo Diprediksi Belum Akan Reshuffle Kabinet Jelang HUT RI Ke-81

GemaWarta – 05 Agustus 2026 | Presiden Prabowo Subianto diprediksi belum akan melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai langkah tersebut diambil untuk menjaga stabilitas politik dan pemerintahan di tengah dinamika yang berkembang.

🔖 Baca juga:
Tahun Hijriah 2026: Momen Ibadah dan Kepedulian Sosial

Menurutnya, salah satu pertimbangan utama adalah keberadaan sejumlah menteri yang juga menjabat sebagai ketua umum partai politik pendukung pemerintah.

Meski secara objektif kinerja beberapa menteri dinilai dapat dievaluasi, faktor politik disebut lebih dominan dalam pengambilan keputusan Presiden.

Penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah dinilai menjadi lampu kuning bagi Presiden Prabowo Subianto untuk segera mempertimbangkan perombakan atau reshuffle kabinet.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menegaskan bahwa merosotnya angka kepuasan masyarakat menjadi indikator kuat perlunya evaluasi menyeluruh terhadap para menteri, khususnya yang memimpin sektor-sektor vital.

Jamiluddin mencermati bahwa penurunan tingkat kepuasan masyarakat tidak terjadi secara acak, melainkan terfokus pada kementerian yang mengurusi sektor hukum, politik, dan ekonomi.

Atas dasar itu, perombakan di jajaran menteri terkait dinilai sangat beralasan.

Presiden Prabowo Subianto diprediksi tidak akan melakukan perombakan atau reshuffle kabinet menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang.

🔖 Baca juga:
Prabowo Subianto Ingin Kampus Ikut Selesaikan Masalah Pemerintah Daerah

Keputusan untuk menahan perombakan itu dinilai sebagai langkah Prabowo demi menjaga stabilitas jalannya pemerintahan.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menyoroti posisi menteri yang juga menjabat sebagai pimpinan puncak partai politik pendukung.

Terdapat keengganan dari pihak Istana untuk menyentuh posisi tersebut karena risiko instabilitas dalam koalisi.

Kemunculan Kabinet Bayangan Indonesia menjadi perhatian publik setelah koalisi masyarakat sipil lintas sektor mengumumkan susunan 15 “menteri” lengkap dengan bidang tugas masing-masing.

Kehadiran wadah ini disebut sebagai upaya pengawasan terhadap jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Kabinet Merah Putih.

Kabinet Bayangan Indonesia resmi diperkenalkan pada 27 Juli 2026.

Struktur tersebut diisi oleh sejumlah pakar dan akademisi dari berbagai latar belakang keilmuan.

🔖 Baca juga:
BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem: El Nino Mengancam Indonesia

Salah satu nama yang masuk dalam jajaran tersebut adalah pakar Hukum Tata Negara Universitas Andalas, Feri Amsari, yang dipercaya menduduki posisi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg).

Feri menjelaskan, pembentukan Kabinet Bayangan bukan bertujuan menggantikan atau menjadi pesaing pemerintah, melainkan sebagai instrumen pengawasan terhadap kinerja kabinet yang sedang berjalan.

Menurutnya, jumlah anggota Kabinet Bayangan yang hanya 15 orang tetap dapat mengawasi keseluruhan kementerian dalam Kabinet Merah Putih.

Ia menilai konsep kabinet tidak selalu harus identik dengan jumlah menteri yang banyak.

Kesimpulan, Presiden Prabowo Subianto diprediksi belum akan melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *