GemaWarta – 22 Juni 2026 | Ketua DPR Puan Maharani menegaskan bahwa proses penanganan pascabencana gempa bermagnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah (Sulteng) tidak boleh hanya terpaku pada perbaikan infrastruktur. Dia menekankan pentingnya memprioritaskan pemulihan keberlanjutan hidup dan ekonomi warga yang terdampak.
Penanganan pascabencana tidak boleh hanya berfokus pada pendataan kerusakan fisik semata tapi harus berorientasi pada pemulihan kehidupan warga secara menyeluruh. Puan juga meminta pemerintah memastikan seluruh kebutuhan warga terdampak gempa bumi di Sulawesi Tengah dapat terpenuhi.
Selain itu, Puan juga meminta pemerintah mengantisipasi dampak musim kemarau 2026 agar tidak berkembang menjadi krisis yang mengganggu kehidupan masyarakat, termasuk pasokan pangan nasional. Langkah mitigasi harus dilakukan sedini mungkin mengingat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih panjang dan kering akibat fenomena El Nino.
Data BMKG harus menjadi dasar penyusunan kebijakan antisipatif di berbagai sektor, termasuk pangan, kesehatan masyarakat, pengelolaan sumber daya air, perlindungan sosial dan lingkungan, terutama bagi kelompok rentan. Informasi mengenai cuaca harus diterjemahkan menjadi langkah mitigasi yang terukur sebelum dampaknya dirasakan masyarakat.
Kesimpulan dari pernyataan Puan Maharani adalah bahwa pemerintah harus segera mengambil tindakan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa dan kekeringan dapat terpenuhi. Pemerintah juga harus mengambil langkah-langkah strategis untuk meminimalisir dampak kekeringan dan memastikan pasokan pangan nasional.









