Ekonomi

Saham BBNI Melemah, Apa yang Terjadi di Balik Pelemahan Saham Big Banks?

×

Saham BBNI Melemah, Apa yang Terjadi di Balik Pelemahan Saham Big Banks?

Share this article
Saham BBNI Melemah, Apa yang Terjadi di Balik Pelemahan Saham Big Banks?
Saham BBNI Melemah, Apa yang Terjadi di Balik Pelemahan Saham Big Banks?

GemaWarta – 25 Juni 2026 | Saham bank berkapitalisasi besar atau big banks kembali tertekan pada penutupan perdagangan Rabu (24/6/2026), meski MSCI mempertahankan status Indonesia sebagai emerging market dalam hasil evaluasi terbarunya. Tekanan jual terjadi merata pada saham-saham perbankan jumbo.

Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memimpin pelemahan dengan turun 3,64% ke level Rp 3.970 per saham. Walau demikian pada pembukaan perdagangan, sahamnya sempat dibuka menguat di level Rp 4.130 per saham. Dalam sepekan terakhir, saham BMRI telah terkoreksi 11,58%.

🔖 Baca juga:
Bank Sentral dan Kasus Keuangan yang Membuat Heboh

Pelemahan juga terjadi pada saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang turun 3,21% ke level Rp 3.320 per saham. Pada pembukaan perdagangan sahamnya dibuka di level Rp 3.430. Secara mingguan, saham BBNI telah anjlok 12,63%.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai pelemahan saham perbankan lebih banyak dipicu sentimen eksternal dan faktor makro ekonomi dibandingkan perubahan fundamental emiten. Menurut Nafan, pelemahan nilai tukar rupiah menjadi faktor utama yang mendorong investor asing melakukan aksi jual.

🔖 Baca juga:
Kenaikan BI Rate dan Dampaknya pada Rupiah, Saham, dan KPR

Labanya sendiri, PT Bank Negeri Indonesia Tbk (BNI) berhasil memacu laju profitabilitasnya di mendekati akhir ujung kuartal II-2026 ini. Berdasarkan laporan keuangannya, bank berkode saham BBNI ini berhasil mencetak laba bersih secara bank only sebesar Rp 9,05 triliun per Mei 2026. Capaian ini mencerminkan pertumbuhan 7,06% secara tahunan (year-on-year/yoy), melaju dari pertumbuhan 6,07% yoy pada bulan sebelumnya.

Inovasi BNI juga terus berkembang, salah satunya dengan fitur Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang ada pada aplikasi perbankan dalam handphone. Dengan antusias, pengguna menceritakan kemudahan penggunaan fitur QRIS yang ada dalam aplikasi wondr by BNI.

🔖 Baca juga:
FOMC Ungkap Keputusan Mengejutkan: Pasar Saham, Emas, dan Bitcoin Bergolak, Powell Tegaskan Independensi Fed

Indeks Bisnis-27 ditutup di zona merah pada level 415,61 pada perdagangan awal pekan, Senin (22/6/2026). Sejumlah saham seperti MBMA, DEWA, hingga BBNI melemah sore ini.

Kesimpulan, pelemahan saham BBNI dan big banks lainnya dipengaruhi oleh sentimen eksternal dan faktor makro ekonomi. Namun, laba BNI yang tumbuh 7,06% secara tahunan menunjukkan kemampuan bank dalam meningkatkan profitabilitasnya. Inovasi BNI juga terus berkembang untuk memudahkan transaksi digital masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *