GemaWarta – 25 Juni 2026 | Pemerintah Belanda melakukan lobi kepada pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk tidak memperluas kontrol ekspor peralatan semikonduktor. Langkah ini akan membatasi kemampuan ASML Holding NV untuk menjual produknya ke China.
Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerja Sama Pembangunan Belanda, Sjoerd Sjoerdsma, melakukan pertemuan dengan Sekretaris Perdagangan AS, Howard Lutnick, dan para anggota Kongres AS di Washington. Pertemuan ini dilakukan karena Kongres AS sedang membahas Undang-Undang MATCH, yang akan melarang produsen chip China mengakses peralatan tersebut.
Sjoerdsma menyatakan bahwa pemerintah Belanda ingin melindungi ASML, yang merupakan perusahaan paling berharga di Eropa. China merupakan pasar terpenting bagi perusahaan ini, yang menyumbang 19 persen dari penjualan sistem jaringan di kuartal pertama tahun ini, turun dari 36 persen di kuartal sebelumnya.
Pemerintah Belanda menentang Undang-Undang MATCH karena sifat eksterritorialnya yang mengimposkan pembatasan pada kebijakan perdagangan suveren negara lain. Sjoerdsma menyatakan bahwa mereka ingin mencegah teknologi sensitif jatuh ke tangan yang salah, tetapi hal ini harus dilakukan secara sukarela.
ASML, yang pelanggannya termasuk Taiwan Semiconductor Manufacturing Co dan Samsung Electronics Co, telah menjadi sasaran regulasi pemerintah AS yang bertujuan untuk mengatasi kemajuan chip China atas dasar keamanan nasional.
Pertemuan Sjoerdsma dengan pejabat AS akan diikuti dengan serangkaian pertemuan lain di Washington, yang akan digunakan pemerintah Belanda untuk mendesak pejabat AS untuk mempertimbangkan kembali Undang-Undang MATCH.
Pemerintah Belanda khawatir bahwa Undang-Undang MATCH akan membahayakan kepentingan ekonomi negara tersebut dan mempengaruhi hubungan dagang dengan China.











