Ekonomi

Pertamina Ungkap Penyebab Antrean Panjang Solar Subsidi di Sumatera

×

Pertamina Ungkap Penyebab Antrean Panjang Solar Subsidi di Sumatera

Share this article
Pertamina Ungkap Penyebab Antrean Panjang Solar Subsidi di Sumatera
Pertamina Ungkap Penyebab Antrean Panjang Solar Subsidi di Sumatera

GemaWarta – 26 Juni 2026 | Antrean panjang solar subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Sumatera menyebabkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. PT Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk tingginya permintaan logistik dan keterbatasan kuota dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Selain itu, penertiban tambang minyak ilegal juga menyebabkan peralihan konsumsi ke SPBU resmi.

Pertamina mewajibkan penggunaan barcode Subsidi Tepat untuk memastikan distribusi tepat sasaran. Namun, kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar oleh oknum tertentu masih terjadi. Polres Kerinci berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan BBM subsidi dengan menyita puluhan jerigen solar dan menangkap dua pelaku.

🔖 Baca juga:
Menteri PU Rampungkan Proyek Strategis, Purbaya Sebut Program MBG dan Kopdes Tak Beri Tekanan ke APBN

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan kesempatan untuk melakukan penyesuaian harga gas alam cair (LNG) bagi sektor industri. Langkah ini diambil setelah terjadinya lonjakan harga LNG yang disebabkan oleh kenaikan harga minyak mentah dunia. Pemerintah juga mencari jalan tengah untuk menekan beban harga LNG yang digunakan industri di tengah gejolak harga energi global.

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Bali membukukan nilai transaksi mencapai Rp765,76 juta per Mei 2026. KDMP di Bali telah memberikan dampak ekonomi masyarakat, dengan total 716 unit KDMP yang telah terbentuk dan mengantongi nomor pokok wajib pajak (NPWP).

🔖 Baca juga:
Pemerintah Akan Sesuaikan Tarif Royalti Nikel hingga Emas

Dalam upaya mengatasi kenaikan harga LNG, pemerintah telah menggelar rapat bersama PT Perusahaan Gas Negara (PGN), SKK Migas, dan Kementerian Perindustrian untuk menyelaraskan data pasokan gas dari sisi hulu dengan kebutuhan industri. Pemerintah ingin memastikan kebutuhan industri dipetakan sejak awal sehingga persoalan pasokan maupun harga dapat diantisipasi lebih dini.

Untuk menghadapi gejolak harga energi global, pemerintah terus berupaya mencari solusi yang efektif. Dengan demikian, diharapkan sektor industri dapat tetap beroperasi secara efektif meskipun dalam kondisi pasar yang tidak menentu.

🔖 Baca juga:
Jennifer Coppen dan Justin Hubner Resmi Menikah, Simbol Cinta Abadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *