Ekonomi

Rupiah Indonesia Mengalami Gejolak, Apa yang Menyebabkan dan Bagaimana Dampaknya?

×

Rupiah Indonesia Mengalami Gejolak, Apa yang Menyebabkan dan Bagaimana Dampaknya?

Share this article
Rupiah Indonesia Mengalami Gejolak, Apa yang Menyebabkan dan Bagaimana Dampaknya?
Rupiah Indonesia Mengalami Gejolak, Apa yang Menyebabkan dan Bagaimana Dampaknya?

GemaWarta – 27 Juni 2026 | Sekitar 29 tahun yang lalu, krisis keuangan Asia (AFC) dipicu setelah serangan terhadap baht Thailand, yang mengakibatkan Thailand terpaksa meninggalkan patokan mata uangnya terhadap dolar AS dan membiarkan mata uang lokal mengambang. Hal ini diikuti oleh serangan besar-besaran terhadap mata uang regional lainnya karena sebagian besar negara Asia juga rentan akibat eksposur utang mata uang asing, defisit ganda, dan bahkan kenaikan harga properti yang tidak berkelanjutan dari pasar saham yang panas yang disebabkan oleh arus masuk uang panas.

Thailand, Malaysia, Indonesia, Filipina, dan Korea Selatan semua mengalami volatilitas pasar yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang menyebabkan penurunan tajam dalam masing-masing mata uang lokal mereka. Bisnis sangat terdampak, sementara pemerintah di wilayah tersebut juga menghadapi tekanan karena peningkatan biaya pinjaman dan kerusuhan sosial yang signifikan.

🔖 Baca juga:
PT Krakatau Osaka Steel Tutup Pabrik: Alarm Keras bagi Industri Baja Nasional

Dalam beberapa hari terakhir, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Jumat sore menguat 21 poin atau 0,12 persen menjadi Rp17.922 per USD dari sebelumnya Rp17.943 per USD. Penguatan rupiah dipicu respons positif terhadap pemerintah yang mempertimbangkan efisiensi dan pengurangan anggaran lebih lanjut untuk program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) guna menjaga stabilitas fiskal.

Indonesia juga akan mengurangi pengeluaran pada program makanan gratis, mungkin sekitar 40 triliun rupiah (S$2,9 miliar) pada tahun 2026, menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa rencana efisiensi anggaran telah didiskusikan dengan Badan Gizi Nasional (BGN), yang menjalankan program tersebut.

Di sisi lain, Indonesia akan menyuntikkan lebih banyak likuiditas ke bank-bank milik negara, menurut Menteri Keuangan. Pemerintah akan menyuntikkan 200 triliun rupiah (US$11,15 miliar) likuiditas tambahan ke bank-bank milik negara untuk meningkatkan kredit, menggunakan cadangan kas berlebih yang disimpan di Bank Indonesia (BI).

🔖 Baca juga:
Rebalancing MSCI: Dian Swastatika Sentosa dan BREN Terancam Dihapus dari Indeks

Rupiah yang melemah juga mempengaruhi industri perjalanan keluar Indonesia. Industri perjalanan keluar Indonesia menghadapi permintaan yang lebih lembut karena rupiah yang melemah mendorong biaya perjalanan luar negeri, menambah tekanan pada pasar yang sudah menghadapi tiket pesawat yang tinggi dan ketidakpastian geopolitik.

Dalam beberapa minggu terakhir, rupiah telah melemah, dengan nilai tukar yang briefly menyentuh 18.000 rupiah per dolar AS sebelum membaik menjadi sekitar 17.800 pada saat penutupan. Meskipun mungkin terlalu dini untuk menilai dampak secara keseluruhan, CEO Panorama JTB Tours Indonesia, Helen Xu, mengatakan bahwa rupiah yang melemah telah mempengaruhi perilaku pemesanan karena wisatawan menjadi lebih berhati-hati dalam melakukan perjalanan internasional.

Anton Thedy, direktur TX Travel, menggambarkan reaksi pasar sebagai langsung. "Pasar tiba-tiba menginjak rem ketika dolar AS mencapai 17.500 rupiah, dan ketika mencapai 18.000, bahkan jika itu hanya sebentar, semua turun tajam," katanya.

🔖 Baca juga:
Purbaya Tolak Pinjaman IMF dan Bank Dunia, APBN Tetap Kuat dengan Cadangan $25 Miliar

Dalam beberapa bulan terakhir, rupiah Indonesia telah mengalami gejolak yang signifikan. Krisis keuangan Asia yang terjadi 29 tahun yang lalu masih menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia dan negara-negara lain di Asia. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat perlu terus memantau situasi ekonomi dan keuangan dengan cermat untuk menghindari krisis serupa di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *