GemaWarta – 21 April 2026 | Musim 2025/2026 Championship Liga 2 memasuki fase krusial, dimana pertarungan untuk tiket promosi ke Super League dan perang melawan zona degradasi semakin memanas. Dua grup yang terbagi secara geografis, Barat dan Timur, menampilkan persaingan ketat di antara klub-klub yang berambisi naik serta yang berjuang keras agar tidak terjatuh ke Liga 3.
Di Grup 1 (Barat), pimpinan klasemen sementara masih dipegang oleh Adhyaksa FC dengan 47 poin, hanya selangkah di depan Garudayaksa FC yang mengumpulkan 46 poin. Kedua tim ini melaju dengan selisih satu poin setelah laga pekan ke-25, di mana Adhyaksa sempat terpuruk 1-3 oleh FC Bekasi City namun kembali bangkit karena Garudayaksa gagal mengamankan kemenangan melawan Persiraja Banda Aceh (imblig 2-2). Pertarungan kedua kuda pacu ini diprediksi akan berlanjut hingga sisa dua pertandingan, dengan Adhyaksa menjadwalkan melawan PSMS Medan (tandang) dan Sriwijaya FC (kandang), sedangkan Garudayaksa akan menyeberangi Sriwijaya FC (tandang) dan Persikad Depok (kandang).
Sementara itu, di Grup 2 (Timur), PSS Sleman memimpin klasemen dengan 52 poin, diikuti oleh Persipura Jayapura (50 poin) dan Barito Putera (49 poin). Persipura sempat menduduki puncak setelah kemenangan 3-1 atas PSIS Semarang pada 18 April, namun PSS berhasil merebut kembali posisi teratas lewat kemenangan 2-1 melawan Persiku Kudus pada 20 April. Barito Putera kini berada di posisi ketiga setelah hasil imbang 3-3 melawan Persiba Balikpapan, yang menurunkan mereka satu peringkat dari runner-up.
Di sisi lain, zona degradasi menunjukkan drama tersendiri. Sriwijaya FC dan Persipal Palu sudah dipastikan terdegradasi setelah menempati peringkat terendah di masing-masing grup. Mereka akan turun ke Liga 3 musim depan. Sisa satu slot degradasi masih diperebutkan melalui play‑off antara tim peringkat kesembilan masing-masing grup. Di Grup 1, Persikad Depok menempati posisi teraman dengan 31 poin, namun masih membutuhkan satu poin tambahan untuk mengamankan diri. Sementara Persekat Tegal (26 poin) berada di posisi berbahaya dan harus menghadapi Persiraja Banda Aceh serta Sumsel United dalam dua laga terakhir. Di Grup 2, Persiba Balikpapan (20 poin) dan PSIS Semarang (18 poin) berjuang keras menghindari play‑off, keduanya harus melawan pemuncak klasemen PSS Sleman yang sedang dalam performa tajam.
Berikut ringkasan klasemen utama dalam bentuk tabel:
| Grup | Posisi | Tim | Poin |
|---|---|---|---|
| Barat | 1 | Adhyaksa FC | 47 |
| Barat | 2 | Garudayaksa FC | 46 |
| Barat | 9 | Persikad Depok | 31 |
| Timur | 1 | PSS Sleman | 52 |
| Timur | 2 | Persipura Jayapura | 50 |
| Timur | 3 | Barito Putera | 49 |
Dengan sisa dua pekan kompetisi, setiap poin menjadi krusial. Adhyaksa FC dan Garudayaksa FC akan berusaha memaksimalkan peluang melaju ke final grup, sementara PSS Sleman menargetkan konsistensi untuk memastikan tiket promosi otomatis. Di sisi lain, tim-tim yang berada di zona relegasi harus menyiapkan taktik defensif sekaligus mencari celah menyerang agar dapat menghindari play‑off yang berisiko.
Kejadian di lapangan juga tidak lepas dari sorotan. Pada laga Dewa United vs Persib yang berakhir imbang, kontroversi keputusan wasit menjadi perbincangan hangat, menunjukkan betapa faktor non‑teknis dapat memengaruhi hasil akhir pertandingan di kompetisi domestik.
Secara keseluruhan, klasemen Liga 2 saat ini mencerminkan dinamika kompetisi yang tinggi, dengan persaingan promosi yang menegangkan dan ancaman degradasi yang selalu mengintai. Penutup musim akan memperlihatkan siapa yang berhasil melaju ke panggung Super League dan siapa yang harus menyesuaikan diri kembali di Liga 3.











