GemaWarta – 28 Juni 2026 | Jakarta akan segera memiliki integrasi enam moda transportasi utama, yaitu KRL Commuter Line, Transjakarta, MRT Jakarta, LRT Jabodebek, LRT Jakarta, dan Kereta Bandara Soekarno-Hatta. Integrasi ini akan dilakukan melalui pembangunan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Sudirman, yang kerap disebut sebagai “Jembatan Donat“.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyatakan bahwa pembangunan TOD di Stasiun Sudirman akan menjadi pusat konektivitas yang menghubungkan berbagai layanan angkutan massal. Dengan begitu, perjalanan masyarakat akan menjadi lebih cepat, nyaman, dan efisien.
Selain itu, LRT Jabodebek juga menjadi contoh bagi penyelenggara transportasi lainnya dalam hal pelayanan prima. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi LRT Jabodebek telah menjadi lokasi praktik pelayanan prima bagi 75 peserta Diklat Sertifikasi Pengemudi Angkutan Umum Mikrotrans DKI Jakarta.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mempelajari secara langsung penerapan standar pelayanan pelanggan yang dijalankan LRT Jabodebek. LRT Jabodebek menyambut baik kesempatan untuk berbagi pengalaman mengenai standar pelayanan yang telah diterapkan.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan bahwa kualitas transportasi publik tidak hanya bergantung pada infrastruktur dan teknologi, tetapi juga pada kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
Integrasi enam moda transportasi ini diharapkan dapat meningkatkan kemudahan perpindahan penumpang dan membuat perjalanan masyarakat menjadi lebih cepat, nyaman, dan efisien. Dengan demikian, diharapkan masyarakat akan lebih mudah untuk menggunakan transportasi publik dan meninggalkan kendaraan pribadi.
Pembangunan Jembatan Donat ditargetkan selesai pada 2028 dan akan dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PT MRT Jakarta (Perseroda). Dengan demikian, Jakarta akan memiliki sistem transportasi yang lebih terintegrasi dan efisien.











