GemaWarta – 28 Juni 2026 | Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) pada hari ini, Minggu, 28 Juni 2026, tidak mengalami perubahan. Mengutip Logammulia.com, harga emas batangan Antam yang dijual di Butik Antam hari ini masih dibanderol sebesar Rp2,660 juta per gram. Harga ini tidak berubah dibandingkan dengan harga jual di hari sebelumnya.
Sementara itu, harga buyback emas batangan Antam pada hari ini juga tidak berubah. Harga jual kembali emas Antam hari ini masih dipatok sebesar Rp2,378 juta per gram. Diketahui, transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017.
Penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan tiga persen untuk non-NPWP. PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.
Di sisi lain, harga emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian juga mengalami perubahan. Harga emas 1 gram UBS dijual sebesar Rp2,650 juta, naik Rp11 ribu. Sedangkan harga emas Galeri 24 untuk berat 1 gram dijual Rp2,638 juta, juga naik Rp11 ribu dibandingkan dengan harga jual di hari sebelumnya.
Perlu diingat bahwa harga emas dapat berfluktuasi tergantung pada kondisi pasar dan nilai tukar rupiah. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan terus memantau pergerakan harga, khususnya bagi mereka yang menjadikan emas sebagai instrumen investasi sekaligus lindung nilai.
Dalam konteks yang lebih luas, konsep barang komplementer juga memainkan peran penting dalam strategi pemasaran dan penetapan harga di pasar modern. Barang komplementer adalah barang yang nilainya meningkat ketika permintaan terhadap produk terkait juga meningkat. Dalam pengertian yang lebih sederhana, barang komplementer dapat dipahami sebagai “pasangan” dari barang utama.
Contoh barang komplementer sangat mudah dijumpai, mulai dari kopi dan gula, hingga mobil dan bahan bakar. Tanpa salah satu barang, manfaat dari barang pasangannya akan menurun atau bahkan hilang sama sekali. Memahami berbagai contoh barang komplementer penting bagi konsumen maupun pelaku bisnis dalam membuat keputusan ekonomi yang tepat.
Di akhir, penting untuk terus memantau pergerakan harga emas dan memahami konsep barang komplementer untuk membuat keputusan investasi yang tepat. Dengan demikian, masyarakat dapat memanfaatkan potensi emas sebagai instrumen investasi sekaligus lindung nilai dengan lebih efektif.









