GemaWarta – 29 Juni 2026 | Pertandingan antara Iran dan Mesir di Piala Dunia 2026 berakhir imbang dengan skor 1-1. Mesir membuka keunggulan lebih dulu melalui gol Mahmoud Saber pada menit kelima, namun Iran merespons cepat dengan gol Ramin Rezaeian pada menit ke-14. Skor 1-1 bertahan hingga akhir pertandingan.
Pertandingan ini berlangsung sengit di Lumen Field, Seattle, Amerika Serikat. Mesir langsung menggebrak lewat gol cepat Mahmoud Saber pada menit ke-5. Namun, Iran merespons dengan cepat dan menyamakan kedudukan melalui Ramin Rezaeian pada menit ke-14.
Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama usai. Memasuki babak kedua, kedua tim meningkatkan intensitas serangan dan permainan fisik, namun skor akhir tetap tidak berubah. Sejumlah kartu kuning dikeluarkan wasit, yakni kepada Mahmoud Saber, Yasser Ibrahim, dan Mohanad Lashin dari Mesir, serta Hossein Kanaanizadegan, Ali Nemati, Saeid Ezatolahi, dan Shojae Khalilzadeh dari Iran.
Hasil imbang ini memberikan dampak signifikan pada posisi klasemen Grup G. Dengan tambahan satu poin, Mesir menutup fase grup dengan menempati posisi kedua dan berhasil lolos ke babak gugur sebagai Runner-up Grup. Sementara itu, Iran yang hanya meraih hasil imbang di laga terakhir ini harus puas menempati peringkat ketiga dan nasib kelolosannya harus menanti hasil kalkulasi poin di jalur peringkat tiga terbaik dari grup lain.
DRAMa terbesar dalam pertandingan ini terjadi pada masa injury time. Iran sempat mengira berhasil membalikkan keadaan ketika Shoja Khalilzadeh mencetak gol pada menit ke-90+3. Namun, gol tersebut dianulir oleh wasit setelah melakukan konsultasi dengan teknologi video assistant referee (VAR) karena Khalilzadeh berada dalam posisi offside.
Keputusan tersebut sempat memunculkan tanda tanya. Banyak penggemar menilai Khalilzadeh masih memiliki satu pemain Mesir di belakangnya sehingga menganggap gol seharusnya sah. Sesuai Laws of the Game Law 11 yang diterbitkan IFAB, seorang pemain berada dalam posisi offside apabila saat bola dimainkan posisinya lebih dekat ke garis gawang lawan dibandingkan bola dan pemain lawan kedua terakhir.
Dalam kondisi normal, dua pemain lawan terakhir biasanya adalah penjaga gawang dan seorang pemain bertahan. Namun, aturan offside tidak mengacu pada posisi pemain, melainkan dua pemain lawan yang berada paling dekat dengan garis gawang saat bola dimainkan. Pada momen gol Khalilzadeh, kiper Mesir Mohamed El Shobeir telah maju meninggalkan garis gawang. Ketika bola dimainkan, hanya tersisa satu pemain Mesir yang berada lebih dekat ke garis gawang dibanding Khalilzadeh.
Karena tidak ada dua pemain lawan yang menjadi acuan, posisi Khalilzadeh dinyatakan offside sehingga gol tersebut dianulir. Hasil imbang membuat Iran gagal mengamankan kemenangan yang dibutuhkan untuk lolos otomatis ke babak 32 besar. Iran menutup fase grup dengan tiga poin dan selisih gol nol.
Untuk mencapai babak 32 besar, Iran harus menunggu hasil dari grup lain untuk menentukan posisi ketiga terbaik. Mesir, di sisi lain, akan menghadapi Australia di babak 32 besar.
Kesimpulan dari pertandingan ini adalah bahwa Mesir berhasil lolos ke babak gugur setelah imbang 1-1 melawan Iran. Sementara itu, Iran harus menunggu hasil dari grup lain untuk menentukan nasibnya di Piala Dunia 2026.











