Ekonomi

Krisis Ekonomi Global: Tiongkok Jadi Pemenang Terbesar

×

Krisis Ekonomi Global: Tiongkok Jadi Pemenang Terbesar

Share this article
Krisis Ekonomi Global: Tiongkok Jadi Pemenang Terbesar
Krisis Ekonomi Global: Tiongkok Jadi Pemenang Terbesar

GemaWarta – 01 Juli 2026 | Krisis ekonomi global yang dipicu oleh penutupan Selat Hormuz telah mengguncang dunia, namun Tiongkok justru dinilai sebagai pemenang terbesar. Cadangan minyak yang besar serta pesatnya pengembangan energi terbarukan membuat Negeri Tirai Bambu mampu meredam dampak krisis, bahkan berpeluang meraih keuntungan ekonomi.

Menurut laporan lembaga riset Asia Group, Tiongkok menjadi satu-satunya negara di Asia yang mampu melewati gejolak energi global dengan relatif aman setelah jalur pelayaran Selat Hormuz terganggu akibat memanasnya konflik di Timur Tengah. Sejak Iran menghentikan sebagian besar lalu lintas ekspor minyak dan gas melalui Selat Hormuz menyusul operasi militer Amerika Serikat dan Israel, harga energi dunia melonjak tajam.

🔖 Baca juga:
IHSG Anjlok 4,52% ke Level 5.342, Apa Penyebabnya?

Kawasan Asia menjadi yang paling terdampak karena sebelum krisis, sekitar 80 persen minyak dan hampir 90 persen gas alam cair yang melintasi selat tersebut dikirim ke negara-negara Asia. Namun kondisi itu tidak terlalu mengguncang Tiongkok. Selama bertahun-tahun Beijing telah membangun cadangan minyak strategis dalam jumlah besar.

Tiongkok terus mempercepat transisi menuju energi bersih. Sepanjang 2025, negara itu memasang pembangkit listrik tenaga surya baru berkapasitas 315 gigawatt, lebih dari separuh total penambahan kapasitas surya dunia. Pemerintah Tiongkok juga menargetkan setengah kebutuhan energinya berasal dari sumber non-fosil pada 2030.

Di sisi lain, Indonesia juga berusaha untuk meningkatkan ketahanan perekonomiannya. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan bahwa perekonomian Indonesia saat ini berada dalam kondisi stabil sehingga kekhawatiran mengenai kemungkinan terulangnya krisis ekonomi seperti tahun 1998 dinilai tidak berdasar.

🔖 Baca juga:
Harga Dolar AS Melemah, Harga Emas Mengalami Peningkatan

Qodari menjelaskan bahwa berbagai indikator ekonomi menunjukkan bahwa kondisi Indonesia saat ini sangat berbeda dibandingkan dengan situasi menjelang krisis 1998, dengan saat ini perekonomian berada dalam kondisi stabil dan memiliki fundamental yang kuat.

Sementara itu, Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyoroti pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kini berada di level 5.600an. Ia berpendapat pelemahan pasar modal Indonesia kali ini merupakan salah satu yang terburuk sepanjang sejarah.

Misbakhun menjelaskan bahwa pelemahan IHSG kali ini terjadi saat fundamental ekonomi Indonesia masih baik-baik saja. Ia menilai yang menjadi masalah utama pelemahan IHSG kali ini adalah imbas dari ketidakpercayaan investor khususnya asing terhadap pasar modal Indonesia.

🔖 Baca juga:
Ekonomi Indonesia Tembus 5,61% di Kuartal I 2026, Tanda Kuatnya Pemulihan Pasca Pandemi

Dalam peringatan 105 tahun berdirinya Partai Komunis Tiongkok (PKT), Konsul Jenderal Tiongkok di Surabaya, Dr. Ye Su, mengatakan bahwa PKT telah memimpin bangsa Tionghoa mewujudkan kemerdekaan nasional dan pembebasan rakyat, mendirikan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), serta mengakhiri secara menyeluruh sejarah Tiongkok lama sebagai negara semi-kolonial dan semi-feodal.

Ye Su juga menyoroti bahwa Tiongkok telah mencapai lompatan besar dari bangkit, menjadi makmur, hingga menjadi kuat, sekaligus berhasil menciptakan dua keajaiban pembangunan yang jarang ditemukan di dunia, yaitu perkembangan ekonomi yang pesat dan stabilitas sosial jangka panjang.

Kondisi perekonomian Indonesia saat ini berbeda dengan 1998, namun pelemahan IHSG menjadi salah satu yang terburuk sepanjang sejarah. Tiongkok jadi pemenang terbesar dalam krisis ekonomi global, sementara Indonesia berusaha untuk meningkatkan ketahanan perekonomiannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *