GemaWarta – 16 Agustus 2026 | Pengumuman hasil evaluasi kuartalan Morgan Stanley Capital International (MSCI) periode Agustus 2026 membawa penataan ulang bagi pasar saham Indonesia. Dari total 54 saham Indonesia yang sebelumnya terdaftar di seluruh ekosistem indeks MSCI, sebanyak 10 saham terdepak sepenuhnya dari indeks, 1 saham turun kasta, dan menyisakan 44 saham yang berhasil bertahan secara keseluruhan.
MSCI mengeluarkan dua saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index, yakni PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). CPIN tidak sepenuhnya keluar dari indeks MSCI karena diturunkan kasta ke MSCI Global Small Cap Index. Sementara itu, di kelompok Small Cap, MSCI mencoret sembilan saham Indonesia, termasuk PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT MD Entertainment Tbk (FILM), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), dan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI).
Perubahan ini akan berlaku efektif setelah perdagangan 31 Agustus 2026 dan resmi dipakai sebagai acuan pengelola dana global per 1 September 2026. Pengumuman MSCI ini juga mempertahankan posisi pasar modal Indonesia di kategori Emerging Market, sehingga status Indonesia tetap berada pada jajaran pasar berkembang.
Dampak dari pengumuman MSCI ini dapat memengaruhi arah arus modal investor asing dan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Selain itu, perubahan komposisi indeks MSCI juga dapat memengaruhi keterwakilan kelompok bisnis atau konglomerasi di bursa Indonesia.
Beberapa emiten yang berhasil bertahan di indeks MSCI, seperti Grup Barito milik Prajogo Pangestu, Grup Bakrie, dan Grup Djarum, masih mempertahankan posisi mereka. Sementara itu, sektor ekonomi digital menjadi kelompok bisnis yang paling terpukul dalam kocok ulang indeks MSCI Agustus kali ini, dengan keluarnya GOTO dari papan utama serta dibuangnya ARTO dan BUKA dari papan Small Cap.
Dalam beberapa hari terakhir, pergerakan saham yang terdepak dari indeks MSCI juga menunjukkan tekanan, seperti saham PT MD Entertainment Tbk (FILM) yang turun 8,8% dan saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) yang turun 6%.
Kesimpulan dari pengumuman MSCI ini adalah bahwa perubahan komposisi indeks MSCI dapat memengaruhi dinamika pasar saham Indonesia dan keterwakilan kelompok bisnis di bursa. Oleh karena itu, investor dan pelaku pasar perlu memantau perkembangan ini dengan seksama untuk membuat keputusan yang tepat.











