GemaWarta – 04 Juli 2026 | Piala Dunia 2026 menjadi sorotan atas beberapa skandal dan kontroversi yang melibatkan Presiden FIFA, Gianni Infantino, dan organisasi sepak bola dunia tersebut. Salah satu kontroversi yang paling mencolok adalah klausul ketat yang diberlukan oleh FIFA kepada penyiar, yang memaksa mereka untuk menampilkan Infantino secara berkala selama pertandingan.
Hal ini memicu kecurigaan di kalangan penggemar dan kritikus, yang menilai bahwa upaya Infantino untuk meningkatkan visibilitas dirinya sendiri mengalahkan tujuan utama turnamen, yaitu kompetisi sepak bola yang adil dan menyenangkan. Sementara itu, Infantino juga terlibat dalam kontroversi lainnya, termasuk pemberian Penghargaan Perdamaian FIFA kepada Presiden Donald Trump, yang dipandang oleh banyak pihak sebagai keputusan yang kontroversial.
Lebih lanjut, terdapat laporan bahwa sebuah perusahaan berlian Belgia yang mendapat keuntungan dari kebijakan tarif Trump telah memberikan cincin berlian yang mewah kepada Trump. Ini menimbulkan pertanyaan tentang potensi konflik kepentingan dan integritas FIFA dalam mengelola turnamen sepak bola dunia.
Selain itu, terdapat juga gugatan hukum senilai 1 miliar dolar AS yang diajukan oleh seorang pakar ilmu politik asal Iran terhadap FIFA dan Infantino, dengan tuduhan diskriminasi terhadap tim nasional sepak bola Iran selama Piala Dunia 2026. Gugatan ini menambah daftar panjang kontroversi yang melibatkan FIFA dan Infantino.
Kesimpulan dari semua kontroversi ini adalah bahwa Piala Dunia 2026 telah tercoreng oleh skandal dan pertanyaan tentang integritas FIFA dan kepemimpinan Infantino. Penggemar sepak bola di seluruh dunia berharap bahwa turnamen ini dapat kembali fokus pada olahraga itu sendiri, bukan pada skandal dan kontroversi yang meliputinya.











