GemaWarta – 04 Juli 2026 | Belgia telah menunjukkan mentalitas luar biasa di Piala Dunia 2026 dengan membalikkan ketertinggalan dua gol untuk menaklukkan Senegal 3-2 pada babak 32 besar. Kemenangan dramatis lewat penalti Youri Tielemans pada penghujung babak tambahan waktu mengantar Belgia lolos ke 16 besar sekaligus membangkitkan memori comeback legendaris saat menyingkirkan Jepang di Piala Dunia 2018.
Belgia nyaris tersingkir setelah Senegal tampil impresif sejak awal pertandingan. Habib Diarra membawa wakil Afrika itu unggul pada menit ke-24 sebelum Ismaïla Sarr menggandakan keunggulan pada menit ke-51 melalui salah satu gol terbaik sepanjang turnamen. Sarr mencetak gol indah setelah mengontrol umpan panjang Moussa Niakhaté dengan sentuhan dada sebelum melepaskan tembakan yang tak mampu dihentikan Thibaut Courtois.
Itu menjadi gol keempat Sarr sepanjang Piala Dunia 2026. Senegal sebenarnya semakin percaya diri karena tampil tanpa kiper utama Édouard Mendy yang mengalami cedera lutut. Meski begitu, mereka tetap mampu membuat Belgia kesulitan sepanjang lebih dari 80 menit pertandingan.
Harapan Belgia baru muncul ketika Romelu Lukaku yang masuk sebagai pemain pengganti memperkecil ketertinggalan pada menit ke-86. Tiga menit berselang, Youri Tielemans mencetak gol penyama kedudukan yang memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan. Penentuan datang di pengujung perpanjangan waktu. Usai penalti diberikan melalui tinjauan VAR, Tielemans menuntaskan eksekusi pada menit 120+5 untuk mengubah skor menjadi 3-2.
Dengan kemenangan ini, Belgia melaju untuk menghadapi pemenang Amerika Serikat melawan Bosnia dan Herzegovina. Pertandingan ini menjadi ulangan memori Babak 16 Besar Piala Dunia 2014 di Brasil, di mana saat itu Belgia berhasil menyingkirkan Amerika Serikat melalui duel dramatis 2-1 di babak perpanjangan waktu.
Di sisi lain, Spanyol dan Portugal juga akan bertemu di babak 16 besar. Kedua tim ini memiliki sejarah persaingan yang panjang dan sengit. Spanyol di bawah asuhan Luis de la Fuente mengandalkan bakat muda seperti Pedri dan Lamine Yamal yang sangat kuat dalam penguasaan bola. Di sisi lain, Portugal yang diarsiteki Roberto Martinez mengandalkan mental juara dan ketajaman Ronaldo di usia senja yang didukung oleh kreativitas Bruno Fernandes.
Duel dua raksasa Eropa ini diprediksi akan menjadi salah satu highlight utama babak 16 besar karena mempertemukan gaya main tiki-taka modern melawan efektivitas serangan balik Portugal. Belgia sendiri masih mengandalkan sisa-sisa ‘generasi emas’ seperti Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku yang sarat pengalaman.
Belgia telah menunjukkan bahwa mereka masih bisa menjadi ancaman serius di Piala Dunia 2026. Dengan mentalitas juara dan bakat pemain yang mereka miliki, mereka bisa menjadi salah satu kandidat kuat untuk meraih gelar juara.
Untuk tiket Piala Dunia 2026, sudah lebih dari 500 juta permintaan yang diproses selama fase-fase tersebut, ketersediaan tiket utama kini berada di titik terendah sepanjang masa. Hal ini menunjukkan antusiasme besar dari penggemar sepak bola di seluruh dunia untuk menyaksikan pertandingan-pertandingan seru di Piala Dunia 2026.
Kesimpulan dari pertandingan Belgia melawan Senegal adalah bahwa Belgia masih memiliki mentalitas juara dan bakat pemain yang dapat membawa mereka meraih kesuksesan di Piala Dunia 2026. Dengan kemenangan dramatis mereka atas Senegal, Belgia telah membuktikan bahwa mereka masih menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan di turnamen ini.











