OLAHRAGA

Gali Freitas Buka Tabir Lama Tak Cetak Gol: Apa Penyebab Sebenarnya?

×

Gali Freitas Buka Tabir Lama Tak Cetak Gol: Apa Penyebab Sebenarnya?

Share this article
Gali Freitas Buka Tabir Lama Tak Cetak Gol: Apa Penyebab Sebenarnya?
Gali Freitas Buka Tabir Lama Tak Cetak Gol: Apa Penyebab Sebenarnya?

GemaWarta – 22 April 2026 | Winger asal Timor Leste, Gali Freitas, kembali menjadi sorotan publik setelah mencatatkan enam laga berturut‑turut tanpa mencetak gol atau memberikan assist bagi Persebaya Surabaya di BRI Super League 2025/2026. Pada konferensi pers di Stadion Gelora Bung Tomo, ia mengungkap sejumlah faktor yang memengaruhi penurunan statistiknya serta menyampaikan rencana perbaikan ke depan.

Freitas bergabung dengan Persebaya pada awal musim dengan harapan besar. Namun, proses adaptasi di lingkungan baru tidak berjalan mulus. Ia harus menyesuaikan diri dengan taktik yang diterapkan pelatih serta tempo permainan yang lebih cepat dibandingkan liga sebelumnya. “Adaptasi menjadi fase awal yang tidak mudah,” ujarnya, menambahkan bahwa ia harus menemukan ritme permainan yang tepat sebelum dapat berkontribusi secara maksimal.

🔖 Baca juga:
Drama Klasemen Liga 2 2025/2026: PSS Sleman Mengintai Puncak, Barito Putera Gagal Kudeta Persipura

Setelah melalui fase penyesuaian, Gali berhasil mencetak gol perdana pada pekan ketiga melawan Bali United. Gol tersebut menjadi titik balik yang meningkatkan kepercayaan dirinya. Ia pun mulai terlibat lebih aktif dalam fase menyerang, tidak hanya mencetak gol tetapi juga menciptakan peluang bagi rekan setim. Namun, momentum positif tersebut terhenti setelah gol kemenangan melawan PSM Makassar pada pekan ke‑23, yang berujung 1‑0 untuk Persebaya pada 25 Februari 2026.

Sejak laga tersebut, catatan gol dan assist Gali tidak bertambah selama enam pertandingan berikutnya. Penurunan ini menimbulkan pertanyaan di kalangan pendukung dan media. Menanggapi kritik, Freitas tidak mengelak. “Saya selalu berusaha bekerja keras dan menjaga konsistensi di setiap pertandingan,” katanya, menekankan bahwa kontribusi pemain tidak selamanya dapat diukur dari statistik gol atau assist.

Menurutnya, ada kontribusi tak terlihat yang tetap penting bagi tim, seperti tekanan pada bek lawan, pergerakan off‑ball, serta kemampuan membuka ruang bagi pemain lain. “Mungkin tidak selalu terlihat lewat gol atau assist, tetapi yang paling penting adalah bagaimana saya tetap bisa memberi kontribusi untuk tim,” jelasnya.

🔖 Baca juga:
Drama Championship: Dari Kebangkitan Coventry hingga Kontroversi Snooker Dunia

Selain faktor taktis, Gali juga menyoroti kondisi fisik dan mental. Ia mengakui bahwa beban pertandingan yang padat, bersama dengan tekanan untuk mempertahankan performa di level internasional bersama Timor Leste, menambah tantangan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya sesi latihan tambahan dan evaluasi pribadi. “Saya terus memperbaiki diri lewat latihan. Apa yang masih kurang dari saya, itu yang harus dibenahi,” tegasnya.

Persebaya sendiri tengah berada dalam fase sulit, dengan hanya satu kemenangan dalam lima laga terakhir. Kekalahan beruntun melawan Persija Jakarta dan Madura United menambah beban pada skuad. Dalam situasi ini, peran Gali sebagai penggerak serangan menjadi krusial, meski statistik belum mendukung. Pelatih Persebaya menilai bahwa pemain dengan nomor punggung 22 tetap memberikan dampak positif melalui kerja kerasnya di lapangan.

Untuk mengatasi kebuntuan, Gali merencanakan beberapa langkah konkret: meningkatkan intensitas latihan akhir pekan, bekerja sama lebih dekat dengan staf kebugaran untuk memperbaiki stamina, serta menambah sesi video analisis untuk memahami pergerakan lawan. Ia juga berjanji akan lebih fokus pada keputusan akhir di kotak penalti, area yang menjadi kunci mencetak gol bagi winger.

🔖 Baca juga:
Kejutan Pemanggilan Empat Red Sparks, Korea Umumkan Skuad AVC Cup 2026 dan Perubahan Besar di Klub

Dengan semangat yang tetap menyala, Gali Freitas berharap dapat kembali menorehkan gol dan assist dalam beberapa pertandingan mendatang, khususnya menjelang pertemuan penting melawan Malut United pada pekan ke‑29. “Saya tetap lapar, dan tekad saya besar untuk terus memberi dampak positif bagi Persebaya,” pungkasnya, menegaskan komitmen penuh pada klub dan para pendukung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *