GemaWarta – 09 Juli 2026 | Gempa bumi bermagnitudo (M) 4,7 mengguncang Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Kamis, 9 Juli 2026. Kencangnya guncangan membuat warga panik dan berlarian ke luar gedung. Dalam rekaman kamera pengawas yang beredar, kepanikan tampak terjadi di gedung Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar). Mahasiswa dan warga berlarian ke luar gedung untuk menyelamatkan diri.
Selain itu, gempa juga mengakibatkan sejumlah barang dagangan milik warga jatuh berserakan. Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mengungkapkan sebanyak 243 rumah dengan kategori rusak berat akibat gempa di Kecamatan Nokilalaki dan Palolo telah melalui proses asesmen oleh Inspektorat setempat.
Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, mengimbau warga agar menerima apapun hasil asesmen dan reviu yang telah dilakukan terkait klasifikasi kerusakan rumah. Ia mengatakan bahwa tim asesmen yang bertugas merupakan pihak independen dan memiliki kompetensi untuk menentukan tingkat kerusakan rumah.
Data Satgas Tanggap Darurat Bencana Gempa Sigi mencatat total rumah rusak mencapai 4.011 unit. Sementara itu, BNPB telah memulai pembangunan 50 unit huntara tahap pertama di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,7 yang mengguncang Majene terjadi pada Kamis (9/7) pukul 09.09 Wita. Pusat gempa Sulawesi itu terletak pada koordinat 3,76 LS dan 119,02 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 50 km Selatan Polewali Mandar, Sulbar, pada kedalaman 13 km.
Getaran gempa juga terasa kuat di beberapa wilayah Sulawesi Selatan, yakni Parepare, Pinrang, Makassar, Pangkep dan Gowa. Skala III-IV artinya getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Gempa bumi ini menimbulkan guncangan di Majene, Polewali Mandar, Parepare, dan Pinrang dengan skala intensitas III-IV MMI.
Dalam beberapa hari terakhir, gempa bumi telah mengguncang beberapa wilayah di Sulawesi. Pemerintah dan masyarakat diharapkan untuk tetap waspada dan memantau informasi dari sumber resmi.
Kepala badan kemanusiaan PBB menyerukan kepada negara-negara di dunia agar terus memberikan bantuan kepada Venezuela yang dilanda gempa. Ia mengatakan bahwa bencana tersebut menyebabkan 1,3 juta orang lainnya membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat, Tom Fletcher, tengah mengunjungi negara Amerika Selatan tersebut. Kunjungannya dilakukan setelah gempa dahsyat dengan magnitudo lebih dari 7 yang melanda negara itu pada 24 Juni.
Venezuela membutuhkan bantuan kemanusiaan sebesar 296 juta dolar selama enam bulan ke depan untuk mendukung upaya kemanusiaan dan pemulihan. Perwakilan sejumlah negara menyatakan niat untuk terus mendukung Venezuela.
Kesimpulan, gempa bumi telah mengguncang beberapa wilayah di Sulawesi dan Venezuela, menyebabkan kerusakan dan kepanikan di kalangan masyarakat. Pemerintah dan masyarakat diharapkan untuk tetap waspada dan memantau informasi dari sumber resmi. Bantuan kemanusiaan diperlukan untuk mendukung upaya pemulihan dan kemanusiaan di daerah-daerah yang terkena dampak gempa.











